Konser Internal V 'Millephony"

Sabtu, 4 Agustus 2018 merupakan puncak dari pelatihan Konser Internal PSM IPB Agria Swara “Millephony”. Konser internal yang merupakan konser dari dua angkatan termuda Agria Swara dengan tema millenial sesuai dengan generasi para peserta konser yaitu generasi millenial. Konser internal ini berisi lebih dari Acara yang berlangsung di Gedung Kemuning Gading ini terbilang sangat sukses dan meriah. Terbukti dengan tiket yang laris manis hingga habis. Pada hari H, penonton sudah mulai memadati area gedung mulai pukul 18:00 WIB meskipun pintu baru di buka pukul 19:40 WIB. Hal ini membuktikan masyarakat sangat antusias dengan konser internal tahun ini.

 

Konser kali ini terbagi dalam lima sesi yaitu sesi Klasik, Klasik-Kontemporer, Folklore Dalam Negri, Folklore Luar Negri, dan Pop. Masing-masing sesi dipimpin oleh kondaktur yang berbeda. Tiap sesi ditampilkan dengan apik oleh para peserta konser. Pesan di dalam lagu pun sangat jelas disampaikan oleh para peserta konser melalui gesture dan ekspresi mereka yang meyakinkan. Banyak penonton yang tidak sungkan untuk memberikan stand applause untuk tiap lagu yang dibawakan.

 

Konser dibuka dengan sesi klasik yang dipimpin oleh Ketura Anggina A. Gultom, konser ini merupakan kali kedua ia menjadi kondaktur untuk konser internal. Sesi pertama ini terdiri dari lima lagu yang diawali dengan lagu Cantate Domino yang bermakna persembahan lagu baru untuk tuhan. Pada sesi pertama ini memang berisi lagu-lagu yang menceritakan rasa terimakasih kepada tuhan. Sesi pertama ini sukses membuat penonton kagum dengan paduan harmoni dari para penyanyi yang sangat indah.

 

Sesi kedua merupakan sesi klasik-kontemporer yang dipimpin oleh Giri Rizki Riyadi. Ia merupakan ketua The 7th IMAC yang sudah tidak diragukan lagi dalam melatih teknik dan harmonisasi paduan suara. Lagu yang dibawakan pada sesi ini berjumlah empat buah lagu. Salah satu lagu yang cukup menyita perhatian pada sesi ini adalah “Manly Man” yang dibawakan oleh seluruh penyanyi pria pada konser ini. Lagu ini menceritakan tentang berbagai jenis suara di paduan suara dan dibawakan dengan kalimat yang jenaka. Ekspresi dan penghayatan dari masing-masing penyanyi sangatlah patut diacungi jempol pada lagu ini.

 

Selanjutnya ada sesi folklore luar negri yang dipimpin oleh Amy Meitasari. Dalam sesi ini terdapat 3 lagu yang berasal dari China, Prancis-Kanada, dan Peruvian. Para penyanyi menyanyikan lagu dengan koreo yang indah dan atraktif. Lagi-lagi ekspresi penyanyi sangat menentukan sesi. Sesi ini berisi lagu Mo-Li-Hua dengan suasana Cina yang lembut, O-Yo-Yo yang atraktif, dan Al Catraz yang semarak. Semua lagu-lagu tadi membuat banyak warna pada sesi ini.

Sebelum berlanjut ke sesi selanjutnya terdapat recital piano dari beberapa penyanyi. Pertama ada Alisa Mutiara yang memainkan lagu River Flows by You. Permainan jari yang lincah dan pembawaan melodi yang halus cukup membuat penonton terkagum dengannya. Setelah itu ada kolaborasi antara Adiasa Nawa Wisesa dan Mochtar Kiki. Mereka berdua memainkan musik yang ada di game “Mario Bross”. Beberapa penonton merasa nostalgia dengan lagu ini karena mengingatkan mereka dengan permainan masa kecil mereka.

 

Masuklah kita pada sesi ke-empat, yautu sesi folklore dalam negri. Sesi ini menyuguhkan berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia. Para penyanyi wanita memakai selendang di pinggang mereka dan para penyanyi pria memakai ikat kepala yang makin membuat suasana kedaerahan sangat kental. Sesi ini dimulai dengan lagu “Bubuy Bulan” yang dibawakan dengan sangat halus. Setelahnya ada lagu “Luk-luk Lumbu” yang berasal dari Banyuwangi, dalam lagu ini para penyanyi wanita sukses membawakan “kecentilan” dengan gerakan koreo yang cukup lincah. Akhirnya sesi ini ditutup dengan lagu “Yamko Rambe Yamko”, aransemen yang sangat bagus dari komposer dan pembawaan penyanyi dengan koreo yang semangat membuat penutup sesi ini menjadi sesi ter-ramai. Banyak penonton yang melakukan standing applause dan heboh setelag lagu Yamko Rambe Yamko tersebut.

 

Sesi terakhir merupakan sesi pop. Sesi yang sangat ditunggu ini dipimpin oleh Dimas Erik Sumilat. Dimulai dengan lagu “Say Something” dengan suasana yang “galau”. Selanjutnya adalah lagu “Havana” yang menyuguhkan sisi “nakal” dari para penyanyi wanita. Setelah itu lagu “Uptown Funk” yang diiringi oleh band yang beranggotakan beberapa penyanyi sukses memukau penonton dengan penampilan para penyanyi yang heboh dan membuat penonton juga heboh dibuatnya. Terakhir adalah penutup yaitu lagu “Bahagia” yang menggambarkan perasaan para penyanyi dan penonton atas berjalannya konser internal “Millephony” ini.

 

Pelatih PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah, mengatakan konser kali ini adalah gebrakan baru bagi Agria Swara yang cukup baik. Dari sisi organisasi, gaya, gesture, dan taste performance para penyanyi membuat tujuan konser internal yaitu menyalurkan semangat muda sangat terasa nyata. Sejalan dengan Mas Arvin, bapak Dr. drh. H. R. P. Agus Lelana SpMp, M.si mengatakan bahwa perubahan ini merupakan modal dasar bagi PSM IPB Agria Swara untuk selalu memberi yang terbaik seperti motto IPB sendiri yaitu “Mencari dan Memberi yang Terbaik”. Pak Agus juga mengatakan bahwa sekarang Agria Swara menjadi penentu kecenderungan bagi PSM lain dari segi latihan, pembinaan, dan lain-lain. Ketua PSM IPB Agria Swara, Yonathan Arderian Manik juga mengatakan konser ini memiliki pemilihan lagu-lagu yang mengandung arti yang baik, dan dengan penyampaian yang baik juga.

 

Sedangkan dari sisi para kondaktur seperti Ketura Anggina A. Gultom mengatakan, konser kali ini sangat pas dengan kondisi zaman para penyanyinya. Memang terasa kental sekali “millenial” dalam konser kali ini karena pemilihan lagu yang sangat menunjukan tema tersebut seperti Havana yang sedang terkenal atau Ramko Yambe Yamko dengan semangatnya.

 

Harapan dari masing-masing petinggi Agria Swara dan para kondaktur di konser internal kali ini adalah semoga kedepannya Agria Swara makin baik lagi. Semoga angkatan termuda ini dapat menjadi penyalur ilmu yang baik bagi generasi Agria selanjutnya. Juga mereka dapat menerapkan nilai-nilai baik Agria dalam kehidupan. Sehingga Agria Swara akan selalu sukses dan memilili sumberdaya yang unggul di setiap kondisi.

 

Konser internal kali ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kerja sama melalui dukungan sponsorship oleh PT. Indonesia Asahan Aluminium (persero). Perusahaan ini badan usaha milik negara (BUMN) terbesar yang bergerak di bidang peleburan aluminium. PSM IPB Agria Swara, khususnya tim konser internal “Millephony” berterima kasih kepada PT. INALUM atas kesediaannya memberikan dukungan sponsorship pada kegiatan ini.

Close Menu