Press Release: PSM IPB Agria Swara "Hand To Hand"

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) IPB Agria Swara baru saja melaksanakan pengumpulan donasi dan bakti sosial dengan tajuk kegiatan Agria Swara Hand-to-Hand dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H. Melalui kesempatan ini kami selaku penyelenggara kegiatan mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah menyumbangkan  sebagian rezekinya, berkat kalian kegiatan bakti sosial  ini dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk program kerja pengurus PSM IPB Agria Swara periode 2019/2020. Agria Swara Hand-to-hand adalah program kerja PSM IPB Agria Swara pertama yang dilaksanakan secara daring atau online karena penyebaran COVID-19 yang semakin meluas sehingga mengharuskan kita semua untuk berada di rumah dan menerapkan social distancing.

”Kegiatan ini kami adakan sebagai alternatif pengganti program kerja sebelumnya yang tidak dapat terlaksana karena adanya imbauan social distancing. Awalnya program kerja yang akan diadakan adalah Ramadhan Ceria yang dimana kegiatan tersebut mengharuskan kami untuk melakukan pertemuan, namun karena ada imbauan untuk berada #DiRumahAja Ramadhan Ceria tidak dapat terlaksana dan diganti dengan pengumpulan donasi yang tidak mengubah konsep dari Ramadhan Ceria itu sendiri, yaitu berbagi ke sesama yang membutuhkan. Maka dari itu, Agria Swara Hand-to-Hand merealisasikannya dalam bentuk online,” tutur Nadira Indriana selaku Ketua Pelaksana Agria Swara Hand-to-Hand.

Tujuan dari diadakannya kegiatan ini tidak lain adalah untuk membantu mengurangi beban saudara-saudara di luar sana yang terkena dampak secara langsung dari pandemi COVID-19 ini, terutama pekerja harian yang perekonomiannya ikut terkena dampak. Kegiatan ini juga dilakukan guna menunjukkan bahwa tidak ada halangan untuk membantu sesama yang kesulitan walau dalam kondisi seburuk apapun.

Kegiatan donasi dilaksanakan selama tujuh hari mulai dari tanggal 1 Mei sampai 7 Mei 2020. Pengumpulan donasi ini bersifat terbuka untuk umum sehingga siapa saja dapat turut serta memberikan kontribusi di dalam kegiatan ini.

Nadira Indriana menerangkan bahwa dana yang diterima oleh pihak Agria Swara Hand-to-Hand selama portal donasi dibuka melebihi target yang ingin dicapai sebelumnya. “Kami tidak menyangka antusiasme para pendonasi sangat tinggi sehingga dana yang terkumpul bisa melebihi ekspektasi yang ingin dicapai sebelumnya, alhamdulillah” ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Manajemen tersebut. Total dana yang terkumpul yaitu sebesar Rp. 2.147.000,-.

Dana hasil donasi digunakan untuk membeli perlengkapan menjaga diri (masker dan hand sanitizer) serta paket sembako. Target utama dalam kegiatan bakti sosial ini  adalah saudara kita yang membutuhkan bantuan dan yang masih harus bekerja ditengah pandemi ini, seperti driver ojek online, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan sebagainya. Selain itu, target kami adalah anggota PSM IPB Agria Swara yang belum berkesempatan untuk menjalani Ramadhan bersama keluarga di rumah karena terkendala masalah ekonomi dan harus menjalani ibadah puasa di tempat kostnya di sekitar Dramaga, Bogor.

Tim Agria Swara Hand-to-Hand terbagi menjadi dua kelompok dalam pendistribusian sembako dan masker. Pedistribusian tersebar di sekitar Tangerang Selatan, Banten dan Dramaga, Bogor. Tim Agria Swara Hand-to-Hand menetapkan daerah Tangerang Selatan, Banten sebagai tempat pendistribusian sembako karena saat ini wilayah Banten sedang mengalami krisis bahan pangan yang cukup mengkhawatirkan sehingga akan sangat membantu apabila dilakukan pendistribusian sembako di daerah tersebut. Selain itu, daerah tersebut tidak terlalu jauh dari kediaman Ketua PSM IPB Agria Swara dan Ketua Pelaksana Agria Swara Hand-to-Hand. Untuk daerah Dramaga, tim Agria Swara Hand-to-Hand membagikan kurang lebih sebanyak lima paket sembako kepada anggota PSM IPB Agria Swara yang tidak dapat kembali ke kampung halamannya.

  Sebanyak tiga puluh paket sembako dan tiga puluh buah masker dibagikan secara langsung kepada driver ojek online, Pedagang Kaki Lima (PKL), kaum dhuafa, dan sebagainya. Tanggapan dari segenap masyarakat yang menerima sembako adalah sangat bersyukur dan berterima kasih seperti salah satu tanggapan dari tukang becak yang telah ditemui, “Alhamdulillah neng, makasih banyak ya, semoga berkah, semoga neng dan teman-temannya bisa dimudahkan rezekinya”.

“Senang rasanya melihat senyuman yang tergambar di wajah mereka. Banyak masyarakat yang perekonomiannya menjadi tidak stabil akibat pandemi COVID-19 yang berlangsung dan itu menjadi tugas kita semua untuk membantu mereka.  Mari saling bahu-membahu agar badai pandemi ini segera berlalu. Tenaga kerja kesehatan pun tidak sendirian dalam menghadapi situasi sulit ini, kami akan selalu mendukung paramedis dalam memerangi COVID-19,” ucap salah seorang anggota tim Agria Swara Hand-to-Hand.

 Kegiatan Agria Swara Hand-to-Hand berjalan lancar dari awal pembukaan portal donasi hingga pendistribusian sembako selesai. Karena kegiatan ini adalah yang pertama kali untuk PSM IPB Agria Swara, maka masih terdapat banyak evaluasi yang bisa menjadi acuan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya dan tidak menutup kemungkinan bahwa kegiatan seperti ini akan kembali dilaksanakan di waktu yang akan datang.

Press Release: Studi Banding PSM UIKA Gita Astama x PSM IPB Agria Swara

Bogor | Sabtu, 14 Maret 2020 – PSM Gita Astama dari Universitas Ibn Khaldun Bogor, telah mengunjungi PSM IPB Agria Swara di Kampus IPB University Dramaga dalam rangka studi banding. Studi banding adalah sebuah program tahunan yang dilaksanakan oleh PSM IPB Agria Swara dan paduan suara mahasiswa dari universitas lain untuk menambah pengetahuan dari pengalaman dan perjuangan baik dari segi bernyanyi maupun berorganisasi.
Sambutan dengan saling memberikan senyuman manis pada saat kedatangan PSM Gita Astama UIKA Bogor menghiasi pertemuan awal kedua paduan suara mahasiswa yang berasal Bogor ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Pembina PSM IPB Agria Swara, Dr. Akhmad Arifin H., SP, MALA, yang menyampaikan berbagai hal seperti pandangan beliau mengenai PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor, juga bagaimana kesan yang dirasakan beliau pada kegiatan-kegiatan PSM IPB Agria Swara yang telah terlaksana. Setelahnya, sambutan disampaikan oleh Penanggungjawab Studi Banding, Novella Adriyan (Sopran 2/2017), kemudian disampaikan pula sambutan oleh Ketua PSM Gita Astama UIKA Bogor, Nur Frita (Alto/2017) dan setelahnya Ketua PSM IPB Agria Swara, Diana Shinta Laiboys (Sopran 1/2017) memberikan sambutan serta pemaparan mengenai program kegiatan, sistem kepengurusan, serta Catatan Bandung atau yang biasa dikenal dengan 9 Nilai Baik Agria Swara yang dilanjutkan oleh pemaparan sistem kepengurusan oleh Ketua PSM Gita Astama UIKA Bogor.
Selain pemaparan mengenai kepengurusan oleh kedua ketua paduan suara, setiap divisi yang ada dalam kepengurusan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi cerita tentang pengalaman yang dimiliki untuk saling melengkapi pemahaman dari ilmu keorganisasian pada masing-masing bidang yang menjadi tanggung jawab divisinya. Kepengurusan PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor sedikit berbeda. Kepengurusan PSM IPB Agria Swara terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri atas ketua umum, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Pembagian kerja kepengurusan selain Badan Pegurus Harian (BPH) dibagi menjadi lima divisi yang memiliki program kerjanya masing – masing, yaitu Divisi Media, Komunikasi, dan Informasi (MEDKOMINFO), Divisi Eksternal, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Divisi Kesekretariatan, dan Divisi Internal. Divisi Media, Komunikasi, dan Informasi (MEDKOMINFO) merupakan divisi yang bertugas dalam segala aspek media, desain, komunikasi, informasi, serta publikasi PSM IPB Agria Swara. Divisi Eksternal merupakan divisi yang bertugas dalam menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan pihak luar PSM IPB Agria Swara seperti rektorat, alumni, mitra, dan lain sebagainya. Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) merupakan divisi yang bertugas dalam mengatur dan mengoordinasikan jadwal kegiatan PSM IPB Agria Swara yang berhubungan dengan kebutuhan pengembangan setiap anggota PSM IPB Agria Swara. Divisi Kesekretariatan merupakan divisi yang bertugas dalam hal inventaris dan perawatan kebutuhan sekretariat PSM IPB Agria Swara seperti partitur, alat musik, kostum, dan kebutuhan lainnya. Divisi Internal merupakan divisi yang bertugas dalam mengoordinasikan dan mengadakan berbagai kegiatan atau acara yang bertujuan untuk mengakrabkan anggota-anggota internal PSM IPB Agria Swara dengan kegiatan yang bersifat kekeluargaan dan membutuhkan kekompakan tim. Berbeda dengan PSM IPB Agria Swara, sebutan setiap divisi kepengurusan PSM Gita Astama UIKA Bogor adalah, Divisi Hubungan Masyarakat (HUMAS), Divisi Media, Komunikasi, dan Informasi (MEDKOMINFO), Divisi Kaderisasi, Divisi Kesekretariatan dan Divisi Kewirausahaan. Hal lain yang berbeda dalam kepengurusan PSM Gita Astama UIKA Bogor adalah adanya dua sekretaris dan dua bendahara yang tergabung dalam Badan Pengurus Harian (BPH).
Kegiatan selanjutnya yang tak kalah penting adalah Talk Show mengenai keorganisasian dalam kegiatan-kegiatan paduan suara dan manajemen waktu yang disampaikan oleh Teh Marcella Audella Rosari (Alto 2/2016), Teh Cindy Evangelista (Sopran 1/2016), dan Kang Yonathan Arderian Mantik (Bass 1/2015) sebagai narasumber dari PSM IPB Agria Swara. Talk Show ini menyajikan cerita tentang bagaimana keorganisasian dalam sebuah kegiatan paduan suara, khususnya konser, dilaksanakan serta perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan untuk membagi waktu sebagai mahasiswa, anggota organisasi, dan penyanyi. Selain kemampuan bernyanyi yang harus matang dengan latihan yang rutin sesuai program lagu yang akan dipersembahkan pada konser, kepanitiaan yang handal serta mampu mengatur penyelenggaraan konser dengan baik sangatlah dibutuhkan. Kemampuan untuk membagi waktu antara mengerjakan tugas perkuliahan dan mengurus keperluan paduan suara seperti latihan dan segala persiapan kegiatan juga sangat perlu ditingkatkan agar mendapatkan prestasi yang maksimal, baik dalam bernyanyi maupun akademik. Teh Della, Teh Cindy, dan Kang Yonathan menyampaikan bahwa perjalanan dalam segala kegiatan paduan suara, terutama bernyanyi dan pengalaman organisasi, merupakan perjuangan dan proses yang panjang untuk berkembang membentuk pribadi dan tim yang kuat sehingga senantiasa memiliki tekad untuk menang dalam setiap kompetisi di dalam maupun luar negeri.
Setelah sesi Talk Show yang sangat menginspirasi, PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor melakukan latihan pemanasan bersama dengan Teh Nur Lina Maratana Nabiu (Sopran 2/2008). Pemanasan dilakukan dengan metode yang biasa diterapkan pada latihan PSM IPB Agria Swara. Permainan yang menyelingi sesi pemanasan tidak hanya dilakukan untuk menghidupkan suasana, tetapi juga melatih para penyanyi untuk dapat fokus, cepat tanggap, memperhatikan instruksi pelatih, dan terbiasa bernyanyi dengan intonasi yang tepat. Pemanasan bersama juga dilakukan sebagai sarana agar anggota PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor dapat berinteraksi secara langsung dan lebih mengenal satu sama lain.
Penampilan dari PSM IPB Agria Swara menjadi penutup yang berkesan pada kegiatan studi banding kali ini. PSM IPB Agria Swara membawakan dua buah lagu berjudul “Mencari dan Memberi yang Terbaik” dan “Pemuda” yang diaba oleh Teh Krisa Refita (Alto 2/2016) dan dengan iringan piano oleh Kang Mochtar Kiki (Bass 2/2017). Tepuk tangan yang antusias dan meriah menciptakan suasana hangat setelah penampilan PSM IPB Agria Swara dipersembahkan. Studi banding antara PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenangan akan pertemuan yang banyak memberikan pengetahuan dan semangat kepada kedua paduan suara mahasiswa.
Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan kegiatan Studi Banding PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor. Semoga dengan dilaksanakannya studi banding ini, dapat membawa manfaat bagi kedua paduan suara baik dalam keorganisasian maupun bernyanyi sehingga menjadi lebih baik dan menjadikan hubungan antar PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Astama UIKA Bogor lebih erat lagi.
Sampai jumpa di kegiatan Agria Swara selanjutnya!
Salam paduan suara Indonesia!

Press Release: Konser Resital "Bel Canto" 2020

Bogor | Sabtu, 15 Februari 2020 – PSM IPB Agria Swara telah melaksanakan Konser Resital Solo Vokal yang bertempat di Auditorium Sylva Pertamina IPB. Konser Resital Solo Vokal yang menampilkan 20 orang penyanyi ini merupakan salah satu rangkaian program Konser Tahunan Aksarasa yang telah diselenggarakan pada bulan September tahun sebelumnya. Konser Resital Vokal Solo menjadi kesempatan bagi generasi muda Agria Swara dalam meningkatkan kemampuan berorganisasi serta bernyanyi, baik dari segi teknik maupun kepercayaan diri.

Konser bertajuk ‘Bel Canto’ ini memiliki filosofi yang berasal dari bahasa Italia dengan arti nyanyian yang indah, sebuah nyanyian yang kaya akan melodi dan memukau para pendengarnya. Konser Resital Solo Vokal ‘Bel Canto’ adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih atas perjalanan para penyanyi sampai saat ini. Menampilkan performa solo dengan berbagai macam lagu dari zaman dan bahasa yang beragam, konser resital kali ini menjadi persembahan dan harapan bahwa nyanyian yang indah akan selalu dikenang oleh para penyanyi dan pendengarnya. Konser ini merupakan hasil dari kolaborasi serta kerja keras para penyanyi, pelatih, dan pianis sehingga diharapkan makna dan pesan yang disampaikan penyanyi melalui lagu dapat diterima dengan baik oleh para pendengar.

Konser resital kali ini dihadiri oleh 180 orang penonton dan diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2020. Acara dibuka oleh MC pukul 18.30 dan dilanjutkan dengan penampilan penyanyi dari sesi pertama yang berjumlah sepuluh orang. Sesi ini diawali dengan lagu asal Italia yang berjudul “O Mio Babbino Caro” yang dibawakan oleh salah satu penyanyi sopran PSM IPB Agria Swara yaitu Jovita Salsabila dan ditutup dengan lagu “Fruhlingsglaube” yang berasal dari Jerman. Lagu yang mengakhiri sesi pertama tersebut dinyanyikan oleh Gloria Agustina, penyanyi sopran PSM IPB Agria Swara. Penampilan pada sesi pertama berlangsung hingga pukul 19.30.

Konser Resital Solo Vokal kali ini terasa lebih berkesan karena dihadiri oleh kedua pembina baru PSM IPB Agria Swara, Dr. Akhmad Arifin H., SP, MALA dan Dr. Rimbawan. Bapak Rimbawan dan Bapak Akhmad juga turut menyampaikan sambutan pada jeda antarsesi. Bapak Akhmad selaku pembina baru PSM IPB Agria Swara menyampaikan bahwa, “Agria Swara adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang luar biasa, memiliki penyanyi serta pianis yang berbakat, saya yakin dari sini akan banyak muncul talenta-talenta baru”. Selain itu, Bapak Rimbawan juga menambahkan bahwa, “Mahasiswa IPB tidak hanya fokus belajar namun juga penuh dengan bakat dan prestasi, begitupun dengan PSM IPB Agria Swara yang tidak hanya mengajarkan bernyanyi namun juga mengajarkan bagaimana memanajemen kegiatan, mulai dari kegiatan yang kecil hingga skala internasional, saya berharap nantinya PSM IPB Agria Swara dapat menyumbangkan lebih banyak prestasi untuk mengharumkan nama Institut Pertanian Bogor”.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh sepuluh orang penyanyi hingga pukul 20.30. Sesi kedua dimulai dengan sebuah lagu yang berasal dari Jerman dengan judul “Guten Morgen”, yang dibawakan oleh penyanyi alto PSM IPB Agria Swara, Aminatur Ridho. Sesi ini diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari penonton setelah menyaksikan penampilan dari salah seorang penyanyi bass PSM IPB Agria Swara, Salva Cakra P., yang menampilkan sebuah lagu dari Italia yang berjudul “Non Piu Andrai Farfallone Amoroso”. Lagu ini menceritakan tentang seorang pangeran yang ingin memenangkan hati wanitanya dari seorang lelaki desa. Pada akhir sesi kedua, seluruh penyanyi konser resital menyanyikan sebuah lagu dengan judul “This is The Moment” dengan iringan melodi yang indah dari piano sehingga konser resital kali ini ditutup dengan sangat memukau.

Konser Resital Solo Vokal Bel Canto resmi berakhir setelah momen penyerahan bunga dan sertifikat kepada ketua pelaksana, ketua panitia lapang, dan perwakilan pianis sebagai bentuk penghargaan serta penyerahan bunga kepada kedua pembina baru PSM IPB Agria Swara, Bapak Rimbawan dan Bapak Akhmad.

Pelatih PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah, turut menyampaikan apresiasi untuk seluruh penyanyi dan panitia yang terlibat dalam Konser Resital Solo Vokal ‘Bel Canto’ kali ini. Selain itu, mas Arvin juga menambahkan bahwa, “Konser resital ini bukan hanya sekedar bernyanyi diatas panggung, namun juga pembelajaran dalam menguasai diri sendiri dan mengembangkan nilai-nilai yang baik serta merupakan sebuah bentuk perjuangan yang nantinya dapat diingat bersama sebagai bagian dari pengalaman”.

Konser Resital Solo Vokal ‘Bel Canto’ kali ini juga turut diramaikan oleh para alumni dari civitas PSM IPB Agria Swara yang diakhir kegiatan juga ikut menyampaikan beberapa pesan dan ucapan selamat kepada setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Konser Resital Solo Vokal ‘Bel Canto’ karena telah melaksanakan serta turut menyukseskan kegiatan ini.

Keseluruhan penampilan konser mendapatkan banyak apresiasi dan tepuk tangan yang meriah dari berbagai kalangan penonton dan diharapkan setelah terlaksananya konser ini kemampuan bernyanyi dan berorganisasi generasi muda PSM IPB Agria Swara dapat terus berkembang di masa yang akan datang.

Salam Paduan Suara Indonesia!

KALEIDOSKOP PSM IPB AGRIA SWARA 2019 : Bagian 2

[KALEIDOSKOP PSM IPB AGRIA SWARA 2019 : Bagian 3]

Selanjutnya, PSM IPB Agria Swara mendapatkan sebuah kehormataan dan kebanggan mendapat kesempatan untuk tampil dalam rangkaian Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) ke-14.

(Foto 2) Acara yang dilaksanakan pada 19 – 20 Oktober 2019 di Kagoshima, Jepang ini menjadikan PSM IPB Agria Swara sebagai satu-satunya penampil dari Indonesia yang akan memperkenalkan budaya Indonesia melalui nyanyian lagu daerah, tarian, dan pakaian adat.

(Foto 5) Selanjutnya PSM IPB Agria Swara mendapat kesempatan berharga untuk berbagi pengalaman dan menceritakan perjuangan yang harus dilewati untuk memenangkan berbagai kompetisi demi mengharumkan nama Indonesia dalam acara Hitam Putih. Tak hanya itu saja, dalam rangka memperingati Hari Guru, PSM IPB Agria Swara juga berkesempatan untuk memberikan apresiasi dengan mempersembahkan lagu dalam acara Selamat Pagi Indonesia yang disiarkan secara langsung di Metro TV.

(Foto 7) Pada 27 November 2019, PSM IPB Agria Swara turut berkolaborasi bersama Jakarta City Philharmonic, Purwa Caraka Music Studio Children Choir, Anita Kristiana (solois mezosoprano), dan Budi Utomo Prabowo (pengaba) dalam rangakaian konser penutup tahun berjudul “TIGA”. Dalam Konser tersebut berhasil menyajikan perpaduan yang anggun antara solois, orkestra, dan paduan suara wanita (Female Choir) dari PSM IPB Agria Swara.

(Foto 9) Sebagai penutup rangkaian tahun ini, Malam Inaugurasi yang bertemakan “Berkarya Meraih Asa” dan membawa judul “Grevandatara” diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Hari Jadi PSM IPB Agria Swara ke-33 tahun dengan penuh keceriaan dan kebersamaan.

Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan civitas PSM IPB Agria Swara atas dukungan, kerjasama, dan doa disepanjang tahun ini.

Semoga PSM IPB Agria Swara dapat terus berkarya, berdedikasi, menjadi inspirasi dan membanggakan Indonesia di tahun-tahun yang akan datang!

KALEIDOSKOP PSM IPB AGRIA SWARA 2019 : Bagian 2

Bertepatan dengan Dirgahayu Republik Indonesia ke-74, 17 Agustus 2019, PSM IPB Agria Swara berkesempatan untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dalam rangkaian acara yang bertajuk Pesona Indonesia.

(Foto 2) Acara yang digelar oleh Pesona Square Depok ini memberikan kami kesempatan untuk dapat berkolaborasi dengan Cupumanik Band dan berhasil melaksanakan flashmob yang mampu mengundang euforia seluruh pengunjung Mall Pesona Square untuk turut serta bernyanyi bersama kami.

(Foto 4) Selanjutnya pada 24 Agustus 2019, sebuah program kerja terbaru dari Kepengurusan Kabinet Lentera Inspirasi dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan Agria Swara kepada siswa SMA yang aktif di bidang paduan suara. Agria Goes To School 2019, dilaksanakan di SMAN 3 Bogor dapat berjalan dengan lancar dan mampu memberikan pembelajaran serta ilmu yang baik bagi teman-teman dari paduan suara Three on Choir.

(Foto 6) Pada 11 September 2019 bertempat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. PSM IPB Agria Swara tampil memukau pada Konser Amal bertajuk “Voice That Care #2” yang diselenggarkan oleh Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI). Konser ini turut dimeriahkan oleh bintang tamu utama yaitu Addie MS dengan Twilite Orchestra dan juga sederet musisi papan atas lainnya seperti Vina Panduwinata, Yana Julio, Ghaniyya Ghazi, Dini Fitriyanti, All Star Singers dan tentunya PSM IPB Agria Swara. Dengan mengangkat tema “Bring Back The 80’s” konser ini diharapkan mampu membawa penonton bernostalgia kembali ke lagu-lagu ditahun 80-an.

(Foto 8) Konser Tahunan dengan tajuk “AKSARASA” pun dilaksanakan pada tanggal 21 & 29 September 2019 di kota Semarang dan Jakarta. Konser tahunan ke-16 yang dipimpin oleh pelatih Arvin Zeinullah berhasil menyalurkan kehangatan melalui alunan melodi indah oleh PSM IPB Agria Swara. Dengan total lebih dari 700 penonton, konser ini turut dihadiri oleh pelatih-pelatih PSM yang ada di kota Semarang dan Jawa Tengah, serta pihak-pihak penting lain dari himpunan alumni dan jajaran rektorat IPB.

Selanjutnya, PSM IPB Agria Swara mendapat kesempatan menuju Jepang….
(Bersambung)

KALEIDOSKOP PSM IPB AGRIA SWARA 2019 : Bagian 1

PSM IPB Agria Swara sangat bersyukur dengan segala keberkahan dan pengalaman yang kami terima disepanjang tahun 2019 ini. Kami pun merangkumnya dalam Kaleidoskop PSM IPB Agria Swara 2019.

(Foto 2) Perjalanan baru pada awal 2019 dibuka dengan Konser Resital Solo Vokal PSM IPB Agria Swara dengan tajuk RELIEF “Ukiran Asa dalam Nada”. Konser yang terbagi menjadi 2 bagian ini terlaksana pada 3 Maret 2019 dan 18 Agustus 2019 di Auditorium Mandiri, IPB Dramaga. Tidak hanya menampilkan solois-solois saja, Mirabili Concordia yang merupakan paduan suara alumni PSM IPB Agria Swara juga turut menampilkan empat buah lagu yaitu Gloria Patri, Flight Song, Lay a Garland, dan Can You Feel the Love Tonight.

(Foto 4 ) Selanjutnya pada 30 Maret 2019, PSM IPB Agria Swara kembali mengeluarkan sebuat gebrakan baru dalam sejarahnya. Sebuah konser yang menampilkan penampilan terpisah antara paduan suara pria (Male Choir) dan paduan suara wanita (Female Choir) terlahir melalui Mini Concert bertajuk “ECLIPSE” yang diselenggarakan di Auditorium Graha Swara, Universitas Tarumanegara.

(Foto 6) Tak berhenti sampai disitu, perjalanan berlanjut melalui Konser Internal PSM IPB Agria Swara ke enam dengan judul “A Starry Night”. Konser yang dilaksanakan pada 1 Mei 2019 dengan penyanyi dari dua angkatan termuda PSM IPB Agria Swara, yaitu angkatan 54 (Unaversitè) dan 55 (Githaprasa). Tak hanya itu saja, beberapa akang dan teteh juga turut menampilkan sebuah lagu “Thank You For The Music” dan sebuah penampilan resital piano oleh tiga pianis berbakat juga turut memeriahkan konser ini.

(Foto 8) Pada pertengahan tahun 2019, tepatnya pada tanggal 1 Juni, PSM IPB Agria Swara berduka atas kepulangan pembina kami , Bapak Dr. drh. H. R. P. Agus Lelana SpMp, M.si. Sebuah kegiatan yang di selenggarakan bersama oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP), Fakultas Kedokteran Hewan IPB, University of Washington, HIMPRO Satwa Liar IPB dan PSM IPB Agria Swara untuk mengenang jasa dan pengabdian selama masa hidup beliau pun digelar pada 22 Juli 2019 di RK FKH A, Kampus IPB Dramaga.

Bertepatan dengan Dirgahayu Republik Indonesia ke-74,…
(Bersambung)

Press Release Malam Inaugurasi : GREVANDATARA (Angkatan 56)

BOGOR – Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Agria Swara telah melangsungkan Malam Inaugurasi yang dilaksanakan pada tanggal 15-16 Desember 2019. Malam Inaugurasi ini mengangkat tema ‘Berkarya Meraih Asa’ dan membawa judul ‘Grevandatara’ yang sekaligus merupakan nama resmi angkatan 56 PSM IPB Agria Swara.

Malam Inaugurasi merupakan kegiatan yang diadaptasi dari dua agenda tahunan Agria Swara, yaitu Konser Angkatan dan Malam Keakraban. Kegiatan ini dilaksanakan secara perdana untuk menyambut anggota baru Agria Swara sekaligus mempererat tali persaudaraan antar civitas Agria Swara. Malam Inaugurasi pun diadakan bersamaan dengan perayaan Hari Jadi PSM IPB Agria Swara ke-33 dan dihadiri oleh pelatih utama PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah, serta seluruh civitas Agria Swara.

Pada tanggal 15 Desember 2019, bertempat di di Camp David Resort New, Cipanas, seluruh anggota pembinaan melakukan latihan kelompok dan latihan gabungan untuk penampilan pada malam harinya. Tak hanya itu saja, sebuah gelar wicara juga diselenggarakan bersama salah satu alumni Agria Swara, Rengganis Risky Arinda (Alto 2 / IE 47). Dalam kesempatan ini, anggota pembinaan Agria Swara mendapat cerita dan pelajaran mengenai nilai-nilai baik yang dapat diambil dalam kegiatan Agria Swara dan motivasi yang membangun semangat anggota pembinaan, serta cara-cara untuk dapat memanajemen waktu dengan baik pada setiap kegiatan Agria Swara maupun kegiatan kampus.

Pada malam harinya, para anggota pembinaan menampilkan penampilan masing-masing kelompok. Tidak hanya menampilkan lagu wajib saja, adapula pementasan kreasi dari setiap kelompok dalam rangka meningkatkan kreativitas dan penerapan interpretasi lagu. Dilanjutkan dengan penampilan gabungan dari para calon anggota PSM IPB Agria Swara 56 yang membawakan lagu “April is in my mistress face” karya Thomas Morley, lagu “Hihid Aing dan Tokecang” aransemen Arvin Zeinullah, serta penampilan penutup yaitu lagu “Mencari dan Memberi yang terbaik” ciptaan Almarhum Pembina PSM IPB Agria Swara, Dr. drh. H. RP Agus Lelana, Sp. MP, M.Si.

Acara selanjutnya adalah apresiasi untuk setiap kelompok pembinaan, seperti Sopran, Alto, Tenor, Bass terbaik, interpretasi lagu terbaik, serta kostum dan make up penampilan terbaik. Puncak kegiatan Malam Inaugurasi ini adalah pengukuhan anggota pembinaan sebagai anggota resmi PSM IPB Agria Swara. Prosesi pengukuhan ini disimbolkan dengan pelepasan tanda pengenal anggota pembinaan oleh Ketua PSM IPB Agria Swara tahun 2020, Diana Shinta Laiboys (Sopran 1 / KIM 54). Acara kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Hari Jadi Agria Swara ke-33 dengan diisi oleh sambutan dan penyampaian harapan untuk PSM IPB Agria Swara dari Marcella Audella Rosasi (Alto 2 / FKH 53) sebagai Ketua PSM IPB Agria Swara 2019, Diana Shinta Laiboys sebagai Ketua PSM IPB Agria Swara 2020, dan Innas Rovino (Bass 1 / MNH 44) sebagai perwakilan dari para alumni, serta sambutan dari pelatih utama PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah. Perayaan Hari Jadi Agria Swara ke-33 ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan menyanyikan lagu “Mencari dan Memberi yang Terbaik” yang diaba langsung oleh Arvin Zeinullah dan pianis Patricia Yohaneta Gendis Kusmaningjati (Alto 2 / TMB 56)

Keesokan harinya, 16 Desember 2019,  seluruh civitas Agria Swara mengikuti agenda senam pagi dan dilanjutkan dengan permainan yang didalamnya terdapat nilai-nilai baik seperti komunikasi, kekompakan, kerja sama dan kepercayaan antar anggota tim yang dapat diambil supaya nilai-nilai tersebut dapat diterapkan di dalam setiap kegiatan Agria Swara maupun kehidupan kampus dan kesehariannya. Kegiatan Malam Inaugurasi pun akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh civitas Agria Swara.

Selamat atas kesuksesan agenda perdana, Malam Inaugurasi : Grevandatara. The Greatest Voice of Andamaru Jayantara.

Grevandatara, selamat bergabung dengan keluarga PSM IPB Agria Swara!

Press Release : Studi Banding PSM IPB Agria Swara X PSM UNPAK Gita Simfoni Pakuan 2019

BOGOR – Studi banding merupakan sebuah program tahunan yang dilaksanakan oleh PSM IPB Agria Swara dan paduan suara mahasiswa dari universitas lainnya guna menambah pengetahuan dari pengalaman dan perjuangan baik dari segi bernyanyi maupun berorganisasi. Pada hari Minggu, 17 November 2019, PSM Gita Simfoni Pakuan dari Universitas Pakuan Bogor, mengunjungi PSM IPB Agria Swara di Kampus IPB University Dramaga.

Sambutan hangat dan sorak sorai turut menghiasi pertemuan awal kedua paduan suara yang berasal dari kota hujan ini. Diawali dengan acara makan siang bersama, setiap anggota PSM IPB Agria Swara maupun PSM Gita Simfoni Pakuan saling bertukar sapa dan cerita mengenai diri dan organisasi masing-masing. Acara diawali dengan sambutan oleh Penanggungjawab Studi Banding, Dinda Kamilah (Alto 2 / 2016), lalu Ketua PSM Gita Simfoni Pakuan, Hilal Dhafir Atala (Bass 1 / 2017) dan dilanjutkan dengan sambutan serta pemaparan mengenai program-program kegiatan, sistem kepengurusan, dan Catatan Bandung atau biasa dikenal dengan 9 Nilai Baik Agria Swara oleh Ketua PSM IPB Agria Swara, Marcella Audella Rosari (Alto 2 / 2016).

Tak hanya pemaparan materi oleh kedua ketua PSM, setiap divisi kepengurusan pun mendapatkan waktu bertukar cerita dan berbagi ilmu yang telah dimiliki untuk saling melengkapi pemahaman dari pengalaman keorganisasian masing-masing divisi yang ada. Kepengurusan PSM IPB Agria Swara tak jauh berbeda dengan kepengurusan PSM Gita Simfoni Pakuan yaitu terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH) yang didalamnya terdpat ketua umum, wakil ketua 1, wakil ketua 2, sekretaris, dan bendahara; Divisi Media, Komunikasi, dan Informasi (MEDKOMINFO) merupakan divisi yang bertugas dalam segala aspek media, desain, komunikasi, informasi, serta publikasi PSM IPB Agria Swara;  Divisi Eksternal merupakan divisi yang bertugas dalam menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan pihak luar PSM IPB Agria Swara seperti Rektorat, Alumni, Mitra, dll.; Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) merupakan divisi yang bertugas dalam mengatur dan mengoordinasikan jadwal kegiatan PSM IPB Agria Swara yang berhubungan dengan kebutuhan pengembangan setiap anggota PSM IPB Agria Swara; Divisi Kesekretariatan merupakan divisi yang bertugas dalam hal  inventaris dan perawatan kebutuhan sekretariat PSM IPB Agria Swara seperti partitur, alat musik, kostum, dan kebutuhan lainnya; Divisi Internal merupakan divisi yang bertugas dalam mengoordinasikan dan mengadakan berbagai kegiatan atau acara yang bertujuan untuk mengakrabkan anggota-anggota internal PSM IPB Agria Swara dengan kegiatan yang bersifat kekeluargaan dan membutuhkan kekompakan tim. Sedangkan sebutan setiap divisi kepengurusan PSM Gita Simfoni Pakuan adalah, Hubungan Masyarakat, Media Komunikasi, PSDA, Dana Usaha, Kestari dan Musikalitas. Hal lain yang berbeda dalam keorganisasian PSM Gita Simfoni Pakuan adalah hanya adanya satu wakil ketua dan terdapat dua sekretaris serta dua bendahara.

Agenda yang tak kalah penting adalah Talk Show hangat seputar Festival Luar Negeri yang menghadirkan Kang Daniel Pardomuan (Tenor 1 / 2013), Teh Nur Lina Maratana Nabiu (Sopran 2 / 2008), dan Kang Bagus Maulana Tenri (Bass 1 / 2013) sebagai narasumber. Sesi kali ini turut menyajikan cerita tentang perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan untuk berangkat dan mengikuti kompetisi luar negeri. Selain kemampuan bernyanyi yang harus matang, dana yang dibutuhkan untuk memberangkatkan tim juga tidaklah kecil dan diperlukan usaha yang sangat keras dalam kurun waktu yang sempit.
Kang Daniel, Teh Lina dan Kang Tenri mengatakan bahwa perjuangan untuk mengikuti kompetisi di luar negeri merupakan perjuangan bersama antara tim penyanyi maupun bukan tim penyanyi karena kemenangan tentunya milik bersama, satu keluarga besar paduan suara.

Penampilan dari masing-masing paduan suara mahasiswa menjadi penutup meriah pada kegiatan ini. PSM IPB Agria Swara menjadi penampil pertama dengan membawakan 2 buah lagu, yaitu “Hihid Aing & Tokecang” dan “Mahasiswa” yang diaba oleh Ketua PSM IPB Agira Swara, Marcella Audella dan dengan iringan piano oleh Adiasa Nawa Wisesa (Tenor 1 / 2017). Selanjutnya, PSM Gita Simfoni Pakuan juga  menampilkan 2 buah lagu, yaitu “Ibu Pertiwi” dan “Rosas Pandan” yang diaba oleh Ketua PSM Gita Simfoni Pakuan, Hilal Dhafir Atala. Tepuk tangan dan antusias yang meriah memberikan suasana hangat dan penuh keceriaan untuk menutup acara ini.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara studi banding PSM IPB Agria Swara dan PSM Gita Simfoni Pakuan. Semoga dengan adanya studi banding, dapat membuat  keorganisasian maupun bernyanyi menjadi lebih baik lagi, dan hubungan antar paduan suara menjadi lebih erat lagi.

Sampai jumpa di kegiatan Agria Swara selanjutnya!
Salam paduan suara Indonesia!

Press Release : IPB University Student Choir Agria Swara On Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) 2019 Part 3

Tak hanya terdapat panggung penampilan saja, akan tetapi di taman ini juga terdapat tempat diadakannya festival yang berisi berbagai jenis makanan khas dari negara – negara yang menjadi perwakilan di KAYAF 2019 ini, seperti Jepang, Srilangka, Thailand dan Vietnam. Selain itu adapula berbagai barang yang diperjualbelikan seperti pakaian, perhiasan, dan berbagai rangkaian bunga. Tak hanya itu saja, tim delegasi PSM IPB Agria Swara juga berkesempatan untuk mempelajari penggunaan aksara Jepang yaitu, Hiragana, Katakana, dan Kanji. Pada kesempatan ini pula, tim dapat mempraktekkannya langsung melalui media kertas, kain ataupun kipas dan dijadikan sebagai buah tangan. Salah satu alat musik tradisional Jepang, yaitu Koto juga turut ditampilkan pada festival ini.

Pada malam harinya, rangkaian acara KAYAF 2019 diakhiri dengan acara Closing Ceremony di Jade Garden Palace, Kagoshima, Jepang. Semua tim delegasi dari setiap negara berkumpul dan merayakan kerja kerasnya dalam mempersembahkan penampilan yang terbaik bagi negaranya. Penampilan terakhir PSM IPB Agria Swara dengan membawakan lagu Lisoi merupakan sebuah kejutan untuk seluruh hadirin yang ada dan penampilan ini pun mendapatkan impresi yang sangat baik. Permainan Bingo pun menambah kemeriahan acara ini, seluruh hadirin mengikuti pengundian hadiah yang disediakan oleh pihak panitia KAYAF 2019 dengan antusiasme yang sangat tinggi.

Rangkaian acara KAYAF 2019 pun telah berakhir, akan tetapi perjalanan PSM IPB Agria Swara tak berhenti begitu saja. Tim mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai kawasan ekowisata seperti, Observatorium Yunohira yang terletak di ketinggian 373m di puncak utara gunung vulkanik Sakurajima. Observatorium ini menawarkan pemandangan indah gunung berapi tersebut yang merupakan simbol dari prefektur kota Kagoshima. Gunung ini pun masih aktif hingga saat ini. Senganen Garden atau yang juga dikenal dengan Isoteien ini merupakan taman lanskap gaya Jepang yang berada di sepanjang pantai utara pusat kota Kagoshima. Salah satu fitur taman yang paling mencolok adalah gunung Sakurajima dan teluk. Taman ini juga memiliki kolam – kolam kecil, sungai, tempat pemujaan, dan hutan bambu. Senganen Garden dibangun pada 1658 oleh Klan Shimazu, salah satu klan feodal paling kuat dan terkaya selama Periode Edo (1603-1867). Klan ini pun terus berpengaruh hingga era modern saat ini sebagai pengadopsi awal ilmu pengetahuan dan teknologi negara Barat. Tim delegasi PSM IPB Agria Swara pun turut mengunjungi Kagoshima City Aquarium dengan berbagai biota laut yang mengagumkan, Saigo Takamori’s Cave yang merupakan sebuah gua tempat terbunuhnya Saigo Takamori karena ia merasa gagal sebagai seorang samurai yang tidak dapat menyelamatkan nyawa kaisar pada masa itu ketika peperangan, dan yang terakhir adalah Observatorium Shiroyama yang kembali menyuguhkan pemandangan gunung Sakurajima, teluk Kagoshima, beserta seluruh lanskap kota Kagoshima.

Selama berkegiatan di negeri sakura, tim delegasi PSM IPB Agria Swara selalu melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar dan mendapatkan banyak pesan moral yang bermanfaat bagi seluruh anggota tim. Masyarakat Jepang sangat menghargai waktu yang dimiliki, sehingga tercermin dalam setiap  kegiatannya yang dilakukan dengan tepat waktu. Tidak hanya disiplin dalam waktu saja, namun disiplin dalam mematuhi peraturan dan sangat menjaga kondusivitas serta kenyamanan lingkungan agar tidak mengganggu lingkungan atau orang lain di sekitarnya. Tata cara hidup yang penuh kedisiplinan ini akan sangat membantu setiap individu dalam menjalani dan berperan dalam kehidupannya maupun dalam kehidupan orang lain. Mandiri, peka, tidak menyulitkan, dapat bekerja sama, saling menghargai dan saling mengusahakan adalah hal – hal baik yang didapat dan bisa terus diterapkan serta disebarkan oleh seluruh anggota tim delegasi PSM IPB Agria Swara kepada anggota – anggota lainnya. Banyaknya pelajaran dan pengalaman yang didapat ini juga dapat menjadi faktor pendukung dalam kelanjutan masa depan PSM IPB Agria Swara.

Tibalah hari terakhir tim delegasi yang mengharuskan terjadinya sebuah perpisahan. Dengan mempersembahkan lagu Tabidatsu Asa Ni, sebuah lagu dengan Bahasa Jepang ciptaan Shigeaki Saegusa yang memiliki arti sebuah perpisahan indah yang harus terjadi demi meraih mimpi, membuat seluruh tim delegasi dan tim pendamping dari panitia KAYAF 2019 meneteskan air mata haru.

“Bertemu dengan anak-anak muda luar biasa bertalenta ini, sungguh menjadi pengalaman baik yang harus disyukuri. Mereka tidak hanya unggul dalam hal bernyanyi, tetapi juga soal kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama yang sangat patut untuk dicontoh oleh anak-anak muda lainnya,” ujar panitia KAYAF 2019.

Tak hanya itu, akun media sosial Instagram @enjoykagoshima memberikan tambahan, “Terima kasih untuk @agriaswara berpartisipasi dalam Kagoshima Asian Youth Arts Festival yang ke-14 tahun 2019. Terima kasih atas kerja sama yang baik. Kalian (PSM IPB Agria Swara) adalah pemuda yang berbakat, dengan kepemimpinan yang bagus, dan memiliki sikap yang baik. Merupakan suatu kebanggaan dapat mengundang kalian dalam acara ini.”

Dari sinilah, PSM IPB Agria Swara berhasil menjalankan misinya, yakni mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia Internasional, khususnya di Kagoshima, Jepang. Sampai berjumpa kembali di perjalanan kami selanjutnya!

Salam paduan suara Indonesia !

Press Release : IPB University Student Choir Agria Swara On Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) 2019 Part 2

Setelah selesai mengunjungi SMP Taniyama, Tim Delegasi PSM IPB Agria Swara melanjutkan perjalanannya menuju Houzan Hall, Kagoshima, untuk melaksanakan uji coba panggung guna mempersiapkan penampilan pada keesokan  harinya. Panitia KAYAF 2019 pun  menyambut kami dengan suka cita serta ramah tamah meskipun terdapat keterbatasan bahasa dalam berkomunikasi. Seusai melaksanakan uji coba panggung, tim delegasi pun melanjutkan kegiatan latihan di gedung yang sama. Selain melaksanakan latihan, perwakilan dari PSM IPB Agria Swara, Ismail Maulana Tenri (BIO 53/ Tenor 2) selaku penanggung jawab tim delegasi dan Arvin Zeinullah selaku pelatih utama PSM IPB Agria Swara, diundang untuk bertemu dan bertegur sapa dengan Walikota Kagoshima yang diwakili oleh Wakil walikota Kagoshima.

Pada malam harinya, bertempat di Sun Royal Hotel kota Kagoshima, seluruh tim delegasi menghadiri Opening Ceremony Kagoshima Asian Youth Arts Festival tahun 2019. PSM IPB Agria Swara hadir dengan mengenakan baju batik dari berbagai daerah sebagai identitas budaya Indonesia. Pada acara tersebut, seluruh tim delegasi berkumpul bersama sembari berbagi cerita dan memperkenalkan budayanya masing – masing. Negara sakura, Jepang, sebagai tuan rumah dari KAYAF 2019 ini turut mempersembahkan salah satu kekayaan budayanya melalui tarian tradisional. Noriyoshi Matsunaga selaku Wakil walikota dan Hiroyuki Mori selaku CEO KAYAF dan Walikota Kagoshima membuka acara ini dengan sambutan yang hangat. Seluruh tim delegasi dari setiap negara pun berkesempatan untuk menaiki panggung dan memperkenalkan identitas negaranya beserta setiap anggotanya kepada para hadirin. 

Sabtu, 19 Oktober 2019, PSM IPB Agria Swara dengan perwakilan Dandy Ramadi (MAT 53/ Tenor 1) dan Novella Adriyan (SKPM 54/Sopran 2) turut memperkenalkan budaya Indonesia dengan menampilkan pakaian adat Sunda. Adat Sunda ini dipilih untuk ditampilkan kepada para hadirin sebagai identitas tanah kelahiran dari PSM IPB Agria Swara, tepatnya pada kota Bogor, Jawa Barat. Sebagai salah satu penampil, PSM IPB Agria Swara memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui lantunan lagu tradisional dalam komposisi musik paduan suara dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam satu bulan masa berlatih, Arvin Zeinullah selaku pelatih utama, menyetarakan kegiatan ini dengan kegiatan kompetisi di Eropa atau yang dikenal sebagai Festival Paduan Suara Luar Negeri. Dengan membawakan 4 buah lagu, yaitu  Lisoi dari Sumatera Utara, O Ina Ni Keke dari Sulawesi Utara, Bungong Jeumpa dari Aceh Darussalam, dan Janger dari Bali, PSM IPB Agria Swara berhasil membawakan keempat lagu tersebut dengan baik dan mendapat impresi yang baik pula dari para hadirin. Tak hanya itu saja, dari pihak panitia pun menyatakan bahwa penampilan dari negara  Indonesia adalah penampilan yang “High Class”.

Selain mempersembahkan sebuah penampilan, kami pun berkesempatan untuk menyaksikan budaya – budaya lainnya yang ditampilkan oleh tim delegasi dari berbagai negara. Tarian – tarian tradisional dipersembahkan oleh negara Taiwan, Myanmar, Thailand, dan Malaysia dengan keunikan dan keindahannya masing – masing. Adapula penampilan dari negara China-Hong Kong, Singapura, Cina-Changsa City, dan Jepang yang memperkenalkan budayanya dengan alunan musik tradisional dan musik modern bahkan menampilkan sebuah orkestra. Rangkaian acara hari pertama ini diakhiri dengan adanya penyerahan plakat tanda terima kasih dan sebuah penampilan gabungan bersama dengan seluruh tim delegasi menyanyikan lagu “A Whole New World” yang merupakan soundtrack dari film animasi “Aladdin”. Lagu ini ditetapkan sebagai lagu utama sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu “Let’s Share Asian Smile!” Dengan harapan untuk terus bersatu dan menjalin kerjasama antar negara di Asia dan menciptakan dunia baru yang lebih baik.

Pada hari berikutnya, PSM IPB Agria Swara beserta seluruh tim delegasi melaksanakan rangkaian acara hari kedua di Chuo Park, Kagoshima. Diawali dengan pemanasan suara, olahraga dan permainan bersama dengan tim delegasi negara lainnya, kami pun mempererat hubungan antar negara dengan saling melatih kerjasama dan kekompakan antar tim. Permainan sederhana seperti berlari menuju satu titik tertentu, batu-gunting-kertas, dan bermain bola, yang telah dikemas secara apik turut meramaikan kegiatan ini dan membuat suasana kekeluargaan menjadi sangat terasa.

Membawakan 4 buah lagu tradisional yang berbeda dari penampilan sebelumnya, tim delegasi PSM IPB Agria Swara pun mampu menyihir semua penonton yang hadir untuk turut bersenang – senang dan bertepuk tangan dengan lagu Sik Sik Sibatumanikam dari Sumatera Utara, Gai Bintang dari Madura, Montor Montor Cilik dari Jawa Tengah , dan Yamko Rambe Yamko dari Papua. Tak hanya masyarakat Jepang saja, ada pula pengunjung yang berasal dari Indonesia, tepatnya dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang sedang menemba ilmu di negara ini. Terharu dan bangga turut menyelimuti perasaan setiap anggota tim pada penampilan di hari kedua tersebut, karena mendapatkan impresi yang sangat baik dari berbagai kalangan penonton. “Bahagia bisa mendengar kembali lagu – lagu Indonesia secara langsung di negara orang lain” kesan tersebut disampaikan oleh teman – teman dari Persatuan Pelajar Indonesia.

Tak hanya terdapat panggung penampilan saja, akan tetapi di taman ini juga terdapat tempat diadakannya festival yang berisi…..

Press Release : IPB University Choir Agria Swara On Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) 2019 Part 1

Kagoshima Asian Youth Arts Festival (KAYAF) diselengarakan kembali pada tahun  ini untuk ke-14 kalinya pada tanggal 19 – 20 Oktober 2019 di Kagoshima, Jepang. KAYAF sendiri merupakan sebuah festival seni budaya yang diprakarsai oleh Pemerintah Kota Kagoshima sebagai bentuk perayaan hari ulang tahun Kota Kagoshima yang menampilkan berbagai kebudayaan dari seluruh negara-negara di Asia.

Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, yang pernah mengemban ilmu di negara sakura, tepatnya S3 Marine Policy di Kagoshima University, pada masa kini telah menjalin kerjasama dalam bidang pertanian antara IPB University dan Kagoshima University. Kerjasama dan komunikasi yang terjalin antar dua universitas besar ini, menjadikan nama PSM IPB Agria Swara diusulkan untuk mewakili Indonesia pada acara KAYAF 2019. Tim Delegasi yang terdiri dari 20 orang penyanyi bersama Arvin Zeinullah sebagai pengaba, menjalankan misi untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada warga kota Kagoshima dan mengubah pandangan panitia KAYAF terhadap Indonesia yang dinilai kurang disiplin dalam manajemen waktu.

PSM IPB Agria Swara yang dipercayai oleh Kedutaan Besar Indonesia di Jepang sebagai satu-satunya penampil dari Indonesia yang akan memperkenalkan budaya Indonesia melalui nyanyian beberapa lagu daerah dalam komposisi paduan suara. Tim yang mayoritas terdiri dari mahasiswa aktif angkatan muda ini bertujuan sebagai bahan pembelajaran dan regenerasi persiapan Agria Swara di masa yang akan datang. Tidak hanya dari Indonesia saja, terdapat beberapa negara lain yang turut berkontribusi dalam acara ini, seperti Taiwan (Taipei Municipal Zhong Zheng Senior High School), Myanmar (Ayeyarwaddy International School), China-Changsa City (Lushan International Experimental School), Thailand (Office of the Basic Education Comission (OBEC)), Singapura (The Ensemble), Malaysia (St. Francis Institution), dan yang terakhir dari negara Jepang (Tsuruoka Kita High School). Seluruh tim delegasi dari berbagai negara ini menampilkan dan memperkenalkan kebudayaan dari setiap negara melalui persembahan tarian daerah, nyanyian lagu, maupun alunan musik khas negara masing-masing.

Kamis, 17 Oktober 2019, Tim Delegasi PSM IPB Agria Swara tiba di negara sakura dengan sambutan hangat dan ramah dari para panitia KAYAF 2019. Hingga keesokan harinya, kami mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah Taniyama, Kagoshima, Jepang. Di sekolah ini, kami dapat mempelajari banyak hal baru mengenai kebudayaan masyarakat Jepang, seperti diharuskannya menggunakan alas kaki khusus selama berada di sekolah, sistem proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah ini sangatlah mendorong keaktifan dari setiap siswa-siswinya, dengan proses belajar seperti kegiatan “Cerdas Cermat”, siswa – siswi yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan poin tambahan dari gurunya. Tak hanya mengunjungi kelas-kelas di sekolah ini, tim delegasi PSM IPB Agria Swara juga turut memaparkan pengetahuan mengenai negara Indonesia, letak geografisnya, kota – kota beserta makanan – minuman tradisionalnya, dan tarian serta lagu – lagu khas Indonesia.

Pengenalan mengenai Institut Pertanian Bogor dan PSM IPB Agria Swara turut kami lakukan dengan menggunakan beberapa Bahasa Indonesia yang mudah dimengerti dan dapat dipraktekkan kembali oleh siswa – siswi di sekolah ini. Dengan antusiasme yang tinggi serta rasa penasaran mengenai Indonesia, tim delegasi pun memperkenalkan salah satu makanan khas pulau Sumatera yaitu Pempek Palembang. Siswa – siswi dan para guru yang hadir amat bersemangat untuk merasakan rasa khas yang dimiliki oleh makanan ini, mereka memberikan kesan bahwa Pempek memiliki rasa yang enak namun juga pedas. Seusai pemaparan, tim menampilkan lagu persembahan berupa lagu Bungong Jeumpa, Yamko Rambe Yamko, dan sebuah lagu berbahasa Jepang, Natsu No Omoide. Tak sampai disitu saja, kami pun melakukan diskusi kelompok kecil dengan para siswa – siswi dan guru yang ada. Hal ini berfungsi untuk menambah pengetahuan dan melatih siswa – siswi dalam berbahasa Inggris dengan berinteraksi langsung bersama orang asing.

Setelah selesai mengunjungi SMP Taniyama, Tim Delegasi PSM IPB Agria Swara melajutkan perjalanannya menuju Houzan Hall, Kagoshima, untuk melaksanakan Uji Coba Panggung guna mempersiapkan penampilan esok hari…

Nantikan cerita kami selanjutnya, segera!

Press Release : Agria Swara Cup (SPORTIFY) 2019

BOGOR – PSM IPB Agria Swara baru saja melaksanakan kegiatan rutin tahunan pengurus, Agria Cup 2019. Dengan mengusung tema “SPORTIFY : Play the Sport with Music”, acara ini mengajak anggota aktif PSM IPB Agria Swara untuk berolahraga bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai baik Agria Swara  yang dikemas secara filosofis pada setiap permainan yang diselenggarakan dan juga menanamkan jiwa kompetitif yang sportif pada setiap anggota PSM IPB Agria Swara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Agria Cup tahun ini turut melibatkan calon angkatan 56 sebagai pesertanya. Akang dan Teteh angkatan 53 hingga 55 pun turut berpastisipasi memberikan energi-energi postif dan menanamkan nilai-nilai baik Agria Swara kepada adik-adik angkatan 56 serta bagaimana menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.

Dilaksanakan pada Sabtu, 26 Oktober 2019 dan bertempat di Gladiator IPB, acara ini dimulai dengan senam pagi bersama dan permainan yang dibagi ke beberapa pos. Setiap pos yang ada berisi berbagai permainan olahraga yang berbeda. Setiap pos ini memiliki esensi yang berbeda dalam setiap kegiatannya.  Beberapa esensi yang ditekankan pada kegiatan kali ini adalah tentang kekompakan, kebersamaan, kreatifitas,  dan jiwa kompetitif. Setiap pos dirancang untuk dimainkan oleh dua kelompok, setiap kelompok yang menang akan mendapatkan amplop berisi petunjuk yang beguna untuk maju ke pos selanjutnya. Setelah semua kelompok berkeliling dan bermain di semua pos. Semua kelompok akan dikumpulkan dan bermain dalam satu permainan gabungan. Permainan gabungan ini berisi permainan yang dilakukan secara estafet. Dalam permainan estafet ini setiap kelompok diminta mengirimkan 5 orang anggotanya untuk mewakili kelompoknya untuk bermain. Estafet yang dilakukan adalah estafet kelereng, lomba balap makan kerupuk, dan bapal karung menggunakan helm. Setelah melakukan estafet setiap kelompok harus menyusun Catatan Bandung ( 9 Nilai baik PSM Agria Swara). Kelompok yang berhasil menyusun catatan Bandung dengan benar akan menjadi pemenangnya.

Catatan Bandung ini merupakan sebuah pedoman baik dalam berorganisasi serta bernyanyi di PSM Agria Swara. Catatan ini merupakan hasil pemikiran Mas Arvin selaku pelatih utama PSM Agria Swara dan akang-teteh yang dibuat saat FPS ITB di Bandung. Catatan Bandung ini berisi 9 Nilai baik PSM IPB Agria Swara. Ke-9 nilai baik itu antara lain 1) Agria Swara adalah keluarga dan rumah belajar, 2) Agria Swara adalah talenta vokal dan musik, 3) Agria Swara adalah dedikasi dalam harmoni, 4) Agria Swara adalah manajemen diri dan organisasi, 5) Agria Swara adalah estafet karakter pemimpin, 6) Agria Swara menuju manusia berbudaya, 7) Agria Swara berbagi modal sosial, 8) Agria Swara adalah usaha dan doa, dan yang terakhir 9)Agria Swara adalah aku.

Terakhir kegiatan ini ditutup dengan pembagian hadiah untuk kelompok yang menjadi juara. Juara yang dibagikan yaitu adalah juara 1, 2, dan 3. Selain itu, juga ada nominas untuk kelompok teraktif, terajin, dan ter-iak. Selanjutnya acara penutupan dilakukan dengan acara makan siang bersama antara semua peserta. Kesan pesan yang diberikan juga positif. Teman-teman 56 merasa mendapatkan pengalaman serta kenal dengan orang baru, rasa perjuangan tim, rasa kekompakkan bersama, serta rasa bertanggung jawab untuk terus berkembang di Agria Swara.

Sampai berjumpa pada kegiatan PSM IPB Agria Swara selanjutnya.

Salam paduan suara Indonesia!

Press Release : Sharing And Watching Together with Agria Swara (STAR) 2019

Bogor  Sharing and Watching Together with Agria Swara (STAR) merupakan program kerja tahunan dari kepengurusan PSM IPB Agria Swara yang pada tahun ini berkolaborasi dengan kegiatan Pembinaan Angkatan 56. Kegiatan STAR diselenggarakan pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 di Kampus IPB Dramaga dan dihadiri oleh calon anggota Agria Swara angkatan 56 dan akang-teteh dari berbagai angkatan dengan antusiasme yang sangat tinggi.

Program ini bertujuan untuk mengenang perjalanan dari akang – teteh PSM IPB Agria Swara yang telah memperjuangkan kemenangan dalam kompetisi di Eropa, dengan menyaksikan film dokumenter tim The 7th IMAC (International Mission in Art and Culture) dan berbagi cerita bersama. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkenalkan gambaran salah satu kegiatan PSM IPB Agria Swara kepada calon anggota angkatan 56 sekaligus mempererat hubungan dengan akang – teteh dari berbagai angkatan.

Acara ini diawali dengan adanya sambutan dari ketua pelaksana STAR yaitu Nadya Carolina, AGB 53, Alto 2. Setelah sambutan dari ketua pelaksana, ada pula sambutan dari ketua PSM IPB Agria Swara, Marcella Audella, FKH 53, Alto 2.

Masuk ke salah satu agenda utama, yaitu Talk Show Akang Teteh dengan moderator Maldi Abdul Aziz, acara kali ini sangatlah menarik karena diisi oleh dua narasumber yang memiliki latar belakang berbeda yaitu, Kang Bagus Maulana Tenri, KIM 50, Bass 1, selaku Ketua PSM IPB Agria Swara periode 2015-2016 dan Teh Brigitta Dyah Utami Immanuella, AGB 52, Alto 1, selaku Wakil Ketua 1 PSM IPB Agria Swara periode 2017-2018. Kang Tenri dan Teh Tami bercerita tentang bagaimana perjalanannya dalam berorganisasi dan berpaduan suara dari perspektif yang berbeda, dilanjutkan dengan pembicaraan yang tidak kalah seru mengenai kompetisi, khususnya Festival Luar Negeri yang sangat menginspirasi karena dapat menyeimbangkan antara organisasi, diri sendiri, dan prestasi akademik. Kang Tenri dan Teh Tami berpesan agar kita semua tetap memiliki keinginan untuk selalu belajar, memiliki tujuan atau visi misi masa depan agar selalu menjadi pribadi yang pantang menyerah.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan agenda permainan menyanyikan sebuah lagu dari susunan kata yang dipilih dengan keseruan dari kreativitas masing masing kelompok. Permainan ini memiliki esensi dalam melatih kerja sama dan kreativitas setiap kelompok dan individu dalam jangka waktu yang telah diberikan, sehingga kedepannya akan berdampak baik khususnya bagi calon anggota Agria Swara angkatan 56 yang baru akan memulai perjalanan organisasi di PSM IPB Agria Swara. Kembali ke acara inti, kegiatan selanjutnya adalah menyaksikan film dokumenter tim The 7th IMAC yang begitu menggugah hati. Seluruh anggota yang hadir dan menyaksikan diharapkan bisa memiliki semangat, daya juang dan kesempatan yang sama dengan akang tetehnya sampai saat ini. Teh Cahya Diniyah Putri Mulya dan Teh Amalia Rakhmadani juga berbagi kisahnya selama menjadi bagian dari tim Festival Luar Negeri The 7th IMAC dan merupakan angkatan termuda dalam tim tersebut, mereka berpesan bahwa selama masih menjadi seorang junior yang ingin berkembang dan menjadi yang terbaik harus mau berusaha keras, memiliki daya juang yang tinggi dan mau berproses.

Kegiatan Sharing and Watching Together with Agria Swara (STAR) diakhiri dengan bertukar kado bersama dengan akang tetehnya yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Semoga dengan adanya kegiatan ini membuat adik-adik calon anggota PSM IPB Agria Swara berada di keluarga baru dan rumah belajar mereka untuk ke depannya dan dapat menginspirasi dalam berkegiatan selanjutnya.

Sampai jumpa di STAR 2020!
Agria Swara? Yes Yes Yes, Champion!

Press Release : Konser Tahunan Ke-16 "Aksarasa"

SEMARANG & JAKARTA – Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Agria Swara telah melangsungkan Konser Tahunan yang berjudul “AKSARASA” pada tanggal 21 dan 29 September 2019 di dua kota yang berbeda yaitu Semarang dan Jakarta. Konser tahunan ke-16 kali ini mengusung tema kehangatan yang akan membawa dirimu ke dalam alunan melodi indah oleh PSM IPB Agria Swara.

AKSARASA berasal dari bahasa sansekerta ‘akhsara‘ yang berarti tidak termusnahkan. Akhsara adalah simbol yang digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Asa berarti semangat dan harapan. 

Judul ini menggambarkan Agria Swara dapat mengekspresikan dirinya melalui setiap nyanyian yang dibawakan dan dapat memberikan semangat serta harapan yang tak termusnahkan bagi setiap pendengarnya.

Di bawah bimbingan pelatih berbakat, Arvin Zeinullah, PSM IPB Agria Swara berhasil membuat para penonton terpukau selama penampilan konser berlangsung.

Sesi pertama menyuguhkan lagu-lagu dari Eropa Utara yang  dibuka dengan lagu Salutation karya Eriks Esenvalds berhasil mencuri perhatian para penonton serta memberikan kesan memukau dan menginspirasi yang tidak akan dilupakan karna keindahan lagu tersebut. Tak hanya itu saja, karya Eriks Esenvalds lainnya yaitu lagu Ainava ar Ganiem turut menampilkan solois-solois yang bercerita tentang keindahan pemandangan padang rumput dengan para gembala yang sedang beternak, serta para penyanyi lainnya yang bernyanyi mengelilingi para penonton turut menciptakan efek suara yang mengagumkan. Dilanjutkan oleh lagu-lagu berikutnya, sesi pertama sukses meninggalkan kesan yang sangat baik bagi para penonton. 

Sesi kedua yang dimulai dengan sorak sorai lagu Vela! Asembeni Siyekhaya! Karya Andre Van der merwe yang merupakan salah satu lagu Tradisional Zulu turut menyihir penonton ke dalam suasana rindu kampung halaman dan kehangatan sebuah keluarga. Sesi kedua yang diisi oleh lagu-lagu dari Asia ini turut menampilkan lagu Mandarin, Chang Lian Pu, karya Yan Yaogao yang dikemas secara apik dengan penampilan para penyanyi yang memainkan peran tokoh-tokoh Opera Cina. Berbagai tampilan topeng dan koreografi yang menarik turut membuat para penonton tertawa dan terkesan. Pada sesi ini pula, sebuah lagu Jepang karya Shigeaki Saegusa yaitu Tabidatsu Asa Ni dapat menyihir para penonton dengan keindahan alunan piano yang membuat cerita mengenai sepasang kekasih yang harus berpisah demi meraih mimpinya dapat tersampaikan dengan baik dan penuh perasaan sedih.

Konser Tahunan AKSARASA sesi 2 diakhiri dengan lagu Dwijavanthi yang merupakan sebuah lagu Indian Raga karya Ethan Sperry berhasil menarik perhatian penonton yang hadir disertai dengan penampilan koreografi yang sangat memukau sehingga PSM IPB Agria Swara mendapat banyak apresiasi dari penonton pada penampilan tersebut. 

Dalam rangkaian acara Konser Tahunan AKSARASA di Kota Semarang, PSM IPB Agria Swara pun turut di bantu dan di dukung oleh teman-teman PSM Universitas Diponegoro sebagai Panitia Lapang. Terima kasih kepada rekan-rekan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro yang telah sukses menjalin kerja sama dalam berlangsungnya Konser Tahunan AKSARASA di Kota Semarang. Selain itu, Karangturi Choir juga turut memberikan penampilan spesial yang sukses menarik perhatian para penonton yang ada dengan membawakan beberapa lagu daerah Indonesia.

Kostum anggun nan gemerlap yang dikenakan para penyanyi wanita dan kostum gagah yang dikenakan para penyanyi pria pun menjadi pusat perhatian pada malam konser tersebut. Dengan total lebih dari 700 penonton, konser ini turut dihadiri oleh Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si, selaku Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB, Pelatih-pelatih PSM yang ada di Kota Semarang dan Jawa Tengah, Iyum Rumbiyah, S.E, selaku Kepala Bagian Sekretariat Pimpinan IPB, Ir. Retnaningsih, M.S. selaku kepala Sub Direktorat Evaluasi Pendidikan dan Pelaksanaan Sidang Terbuka, Ibu Nelly Oswini Subekti selaku Wakil Ketua Umum Himpunan Alumni IPB serta Bapak Walneg S Jas selaku sekretaris Jenderal Himpunan Alumni IPB. Tidak hanya itu, dalam konser Tahunan PSM IPB Agria Swara AKSARASA kali ini juga dihadiri dari berbagai PSM yang ada di Jawa Tengah juga Se-jabodetabek.

Arvin Zeinullah selaku pengaba sekaligus pelatih paduan suara PSM IPB Agria Swara berpesan untuk tidak mudah puas dalam hal apapun, masih banyak ilmu yang bisa kita gali dan dapatkan, masih banyak event Agria Swara yang mampu membentuk pribadi masing-masing menjadi orang yang berkarakter dan siap dalam setiap tantangan. Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengangkat nama baik Agria Swara.

Konser Tahunan PSM IPB Agria Swara “AKSARASA” tersebut, diakhiri dengan menyanyikan lagu Mahasiswa karya Dr. Arif Satria, M.Si selaku Rektor IPB University dan Pemuda karya Tonny Sianipar yang diharapkan dapat memberikan kesadaran akan peranan pemuda-pemudi Indonesia pada masa kini.

Semoga dengan diadakannya konser tahunan yang telah berlangsung kemarin, dapat menjadi inspirasi dan meningkatkan eksistensi Paduan Suara Mahasiswa dalam dunia seni.

Press Release : Voices That Care 2 "Bring Back The 80's"

JAKARTA-Rabu, 11 September 2019 bertempat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. PSM IPB Agria Swara tampil memukau pada Konser Amal bertajuk “Voice That Care #2” yang diselenggarkan oleh Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI). Konser amal ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan untuk menggalang dana, guna membantu mahasiswa IPB yang mempunyai cita-cita dan semangat juang tinggi untuk berkuliah namun terkendala secara finansial. Konser ini turut dimeriahkan oleh bintang tamu utama yaitu Addie MS dengan Twilite Orchestra dan juga sederet musisi papan atas lainnya seperti Vina Panduwinata, Yana Julio, Ghaniyya Ghazi, Dini Fitriyanti, All Star Singers dan tentunya PSM IPB Agria Swara. Dengan mengangkat tema “Bring Back The 80’s”  konser ini diharapkan mampu membawa penonton bernostalgia kembali ke lagu-lagu ditahun 80-an.

Diawali dengan mengheningkan cipta serta berdoa atas meninggalnya Bapak Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Selanjutnya konser dibuka oleh sambutan Ketua YAPI, Bapak Heri Sunaryadi yang menyampaikan bahwa  dana yang terkumpul kali ini mencapai jumlah 2.25 Miliar Rupiah dari berbagai donatur dan sponsor yang nantinya akan digunakan untuk membiayai mahasiswa/i Institut Pertanian Bogor. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor Institut Pertanian Bogor, Bapak Dr. Arif Satria M.Si yang juga sekaligus membuka pagelaran konser. Konser ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Bapak Sofyan Djalil, Menteri Sosial Indonesia Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Majelis Wali Amanat IPB Prof. Tridoyo Kusumastanto, Jajaran Wakil Rektor IPB, Dekan Fakultas di IPB dan juga Direktur utama TVRI Helmi Yahya.

Addie MS bersama Twilite Orchestra memulai konser dengan membawakan medley lagu dari grup pop asal Swedia yaitu ABBA yang tentunya disambut dengan meriah dengan tepuk tangan penonton. Dilanjutkan dengan penampilan All Star Singers yang membawakan lagu Can’t Take My Eyes off You. Penampilan memukau juga dibawakan oleh Ghaniya Ghazi yang menyanyikan lagu dari Chrisye yang berjudul Kisah Cintaku menambah kembali nuansa bernostalgia. 

Pada kali ini salah satu alumni PSM IPB Agria Swara yaitu Dini Fitriyanti juga turut tampil memeriahkan panggung Teater Besar dengan membawakan lagu Matahari yang merupakan Original Soundtrack dari film Badai Pasti Berlalu. Melanjutkan kembali nostalgia lagu-lagu 80’an, Yana Julio yang juga merupakan alumni dari IPB membawakan 2 buah lagu berjudul Starry Starry Night dan The Best of Me. Tak lupa lagu dari Band Chaseiro berjudul Pemuda dibawakan oleh Ghaniyya, Dini, Yana dan juga Arley Fallah, salah satu penyanyi PSM IPB Agria Swara. Lagu Voice’s That Care pun tak luput dibawakan oleh seluruh artis pada malam itu sebagai “theme song” dari konser amal ini. 

Panggung Teater Besar kembali dimeriahkan oleh bintang tamu utama yaitu Vina Panduwinata yang tentunya membawa nuansa nostalgia yang semakin terasa dengan lagu-lagunya, yaitu September Ceria, Burung Camar, Biru, Di Dadaku, Aku Makin Cinta dan WOW. Vina berhasil menyihir penonton untuk larut dalam keseruan penampilannya dan interaksi menggemaskan antara Vina, Addie MS, serta para penonton. 

Konser amal diakhiri dengan penampilan dari PSM IPB Agria Swara yang membawakan 2 hits dari Queen yaitu We are The Champions dan Bohemian Rhapsody dengan diiringi oleh Twilite Orcherstra yang menambah kemegahan penampilan tersebut yang tentunya memukau dan disambut meriah oleh seluruh penonton. Penampilan penutup dari Twilite Orchestra dan All Star Singers dengan membawakan lagu Coppacabana dan Medley Disco 80’s (Shine On Silver Moon, Can’t Get By Without You, You to Me are Everything) menutup rangkaian konser amal Voice That Care #2 “Bring Back to 80’s” YAPI. Dengan ini PSM IPB Agria Swara untuk kedua kalinya turut serta pada penggalangan dana untuk mahasiswa IPB yang tentunya menjadi harapan dan inspirasi bagi paduan suara lain di tanah air untuk bisa berbagi dan menampilkan yang terbaik.

Salam paduan suara Indonesia!

Press Release : Agria Goes To School 2019

BOGOR – Agria Goes to School (AGTS) merupakan program kerja terbaru dari Kepengurusan PSM IPB Agria Swara yang baru diadakan pada tahun ini. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan PSM IPB Agria Swara kepada siswa SMA yang aktif di bidang paduan suara. AGTS diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019 di SMAN 3 Bogor.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan mengenai PSM IPB Agria Swara, seperti pemaparan profil, struktur organisasi, berbagai program kerja, program konser, serta kegiatan lainnya yang biasa dilaksanakan disampaikan oleh ketua umum PSM IPB Agria Swara, yaitu Marcella Audella. Audella juga mengatakan bahwa dari konser-konser yang telah diselenggarakan PSM IPB Agria Swara mayoritas penonton berasal dari luar Bogor sementara dari Bogor sendiri hanya sedikit peminatnya. Melalui AGTS ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga menjadi anggota paduan suara dan dapat memberikan pengetahuan lebih mengenai paduan suara di jenjang universitas serta menarik minat warga Bogor dalam dunia paduan suara.

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi vocalizing yang dipandu oleh tim teknis PSM IPB Agria Swara, yaitu Nur Lina Maratana Nabiu (IPB 45). Beliau memberikan tips dan trik dalam teknik bernyanyi paduan suara setingkat universitas. Mulai dari cara mengambil nafas, bernyanyi dengan legato, memproduksi suara yang baik, dan teknik stakato. Dengan pengenalan teknik suara ini diharapkan dapat mengasah kemampuan bernyanyi paduan suara Three On Choir SMAN 3 Bogor lebih baik lagi.

Selain sesi vocalizing adapula sesi sharing manajemen diri yang diberikan oleh Ismail Maulana Tenri yang merupakan salah satu anggota dari PSM IPB Agria Swara (IPB 53) yang memaparkan tentang bagaimana management waktu yang baik. Membagi kegiatan yang penting dan tidak penting serta yang genting dan tidak genting.

Antusiasme anggota paduan suara Three On Choir terlihat dari banyaknya yang bertanya saat sesi tanya jawab. Terdapat empat orang siswa yang bertanya mengenai cara mengatasi warna suara yang gelap, cara mengatasi nada dengan interval rumit, cara pernafasan yang benar, dan pengaruh dari makanan berminyak dan minuman dingin terhadap produksi suara. Ternyata, menurut Dewirinanti (IPB 52) salah satu tim teknis PSM IPB Agria Swara,  makanan berminyak dan minuman dingin sangat berpengaruh pada produksi suara. Makanan dan minuman tersebut dapat membuat suara tidak bersih dan membutuhkan usaha yang lebih untuk bernyanyi dengan baik.

Acara ditutup dengan penampilan dari paduan suara Three On Voice yang menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko. Mereka menyanyikan lagu dengan penuh semangat dan percaya diri. Tidak hanya penampilan dari Three On Voice, PSM IPB  Agria Swara juga mempersembahkan tiga buah lagu, yaitu Tanah Air, Pemuda, dan Dendang Negeriku. Lagu terakhir yang dinyanyikan terdiri dari medley lima lagu daerah Indonesia, yaitu Bungong Jeumpa, Gundul-Gundul Pacul, Paris Barantai, Goro-Gorone, dan diakhiri dengan Yamko Rambe Yamko. Tidak lupa koreo khas dari setiap daerah pun disuguhkan dalam lagu tersebut. Para penyanyi bernyanyi dengan ceria dan penuh penghayatan.

Semoga dengan adanya acara AGTS ini PSM IPB Agria Swara dapat terus berkontribusi dalam pengenalan budaya paduan suara pada siswa sekolah serta menumbuhkan rasa cinta terhadap paduan suara terutama untuk warga bogor.

Salam Paduan Suara Indonesia!

Press Release : Resital Vokal Relief 2

BOGOR – Konser resital solo vokal “Relief bagian 2″ merupakan rangkaian kegiatan dari Konser Tahunan Ke-15 “Cholaresence”. Terdapat 16 orang penyanyi yang mengikuti konser ini, tampil dengan menggunakan busana yang berbeda dan indah. Konser resital kali ini merupakan konser yang menampilkan kemampuan para penyanyi dengan bernyanyi solo yang bertujuan untuk mengasah rasa percaya diri dan teknik bernyanyi dari para penyanyi. 

Bertempat di Auditorium Mandiri Center, konser resital yang dihadiri oleh 200 penonton ini diselenggarakan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019. Acara ini dibuka oleh MC pukul 18.30 lalu dilanjutkan dengan penampilan penyanyi dari sesi 1 hingga pukul 19.15. Sesi ini diawali dengan lagu Vergin Tutto Amor karya Francesco Durante yang dibawakan dalam bahasa Italia. 

Jeda sesi diisi dengan sebuah penampilan kejutan dari paduan suara alumni PSM IPB Agria Swara, Mirabili Concordia yang membawakan 4 buah lagu indah seperti, Lay a Garland yang merupakan original soundtrack dari film “The Maids Tragedy”, Flight Song, salah satu lagu dari film “The Lion King” yaitu Can’t You Feel The Love Tonight, dan Gloria Patri. 

Selanjutnya, sesi 2 ditutup dengan penampilan yang atraktif dan memukau dari salah satu penyanyi yang membawakan lagu berjudul Se II Vuol La Molinara (Canzonetta) karya Gioacchino Rossini. Semua lagu yang dibawakan oleh 16 orang penyanyi ini berasal dari berbagai zaman dan dinyanyikan dengan beragam bahasa. Beberapa lagu menggunakan bahasa Italia seperti, Dalla Sua Pace karya W. A. Mozart, Lascia Ch’io Pianga karya Georg Friedrich Händel yang bernuansa Opera, dan masih banyak lagi. Lagu berbahasa Inggris pun dibawakan dalam konser resital kali ini, diantaranya, Tell Me No More karya John Blow yang dibawakan oleh penyanyi bersuara tenor, The Jolly Breeze karya John Eccles, If Music Be The Food of Love karya Henry Purcell, The Last Rose of Summer karya Thomas Moore yang syairnya diciptakan oleh J. Stevenson, dan lagu berjudul Tobacco karya Tobias Hume. Selain itu juga tidak ketinggalan lagu yang dibawakan berbahasa Indonesia diantaranya, Embun karya G R W  Sinsoe yang liriknya dibuat oleh sastrawan Usmar Ismail dan lagu berjudul Gita Malam karya Badjuri.Tidak hanya dari berbagai zaman dan bahasa, konser resital kali ini pun menampilkan berbagai lagu dari beragam suasana. Die Post, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang gelisah karena menunggu surat dari orang terkasih. ‘O Sole Mio (My Sunshine) lagu yang bernuansa riang dan bertema asmara. Non Posso Disperrar yang kental dengan nuansa kekaisaran Romawi kuno.

Konser resital ini ditutup dengan penampilan 16 orang penyanyi solo bersama paduan suara alumni PSM IPB Agria Swara dengan membawakan lagu berjudul Somewhere yang berasal dari drama musikal West Side Story karya William Stickles yang liriknya diciptakan oleh Stephen Sondheim. 

Marcela Audella Rosari, Ketua PSM IPB Agria Swara, menyampaikan bahwa hasil penampilan dipanggung merupakan kerja keras dari penyanyi, pengajar, dan pianis. Selain itu menurutnya dengan kehadiran paduan suara Alumni Agria Swara, Mirabili Concordia, dapat menambah semangat kepada generasi muda PSM IPB Agria Swara agar lebih terus belajar dan berkembang melatih talenta bermusik dan menunjukan sebuah loyalitas dari para alumni PSM IPB Agria Swara. 

Semoga dengan adanya konser Resital Relief bagian 2 ini, PSM IPB Agria Swara dapat terus berkembang dan  mempertahankan konsistensinya di dunia paduan suara agar menjadi inspiriasi bagi paduan suara seluruh Indonesia. 

Salam Paduan Suara Indonesia!

Ramadhan Ceria 2019

BOGOR – 11 Mei 2019, PSM IPB Agria Swara telah melaksanakan kegiatan Ramadhan Ceria yang merupakan salah satu program kerja Kabinet Lentera Inspirasi. Tema yang diangkat Ramadhan Ceria kali ini adalah “Menjemput berkah di bulan yang suci.” Rangkaian acara ini terbagi menjadi dua yaitu kegiatan bakti sosial dan buka puasa bersama. Kegiatan bakti sosial dilaksanakan di Panti Asuhan Sosial Raksa Putra, Sindang Barang, Bogor.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana dari kegiatan bakti sosial Ramadhan Ceria, Silvi Amanda. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PSM IPB Agria Swara, Marcella Audella Rosari. Dan sambutan terakhir dari Pengurus Harian Panti Asuhan Sosial Raksa Putra, Ibu Titing. Bakti sosial kali ini diisi dengan tausiah dari Ustadz Maman, yang merupakan salah satu dari pengurus harian dari Panti Asuhan Sosial Raksa Putra, beliau membawakan ceramah tentang pentingnya berpuasa dan beramal di bulan Ramadhan. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang golongan-golongan insan yang akan masuk surga.

Agenda selanjutnya yaitu sesi permainan yang dipandu oleh Maldi Abdul Aziz, Silvi Amanda, Reka Erlangga, dan Cintya Khansa. Pemandu memberikan contoh prosedur permainan yang akan dibawakan bersama adik-adik panti asuhan. Esensi dari permainan ini yaitu mengajarkan kita untuk fokus terhadap hal yang disampaikan oleh orang lain.

Selanjutnya, pengurus PSM IPB Agria Swara dan Adik-adik panti asuhan memperkenalkan diri dan memberitahu cita-cita yang mereka impikan. Sesi ini bertujuan untuk membentuk silaturahmi antara PSM IPB Agria Swara dengan adik-adik Panti Asuhan Sosial Raksa Putra, Sidang Barang, Bogor.

Tidak hanya itu, di dalam rangkaian Bakti Sosial ini PSM IPB Agria Swara juga menampilkan tiga lagu, yaitu Tombo Ati, Alhamdulillah, dan Medley Dendang Negeriku. Adik-adik panti asuhan tampak bahagia dan antusias menyaksikan ketiga lagu persembahan.

Kegiatan bakti sosial Ramadhan Ceria diakhiri dengan penyerahan sembako kepada pihak panti asuhan, diwakili oleh Ibu Titing selaku Pengurus Harian Panti Asuhan, yang diberikan oleh Marcella Audella Rosari selaku Ketua PSM IPB Agria Swara dan Maldi Abdul Aziz selaku kepala divisi Internal.

Acara selanjutnya yaitu buka puasa bersama civitas PSM IPB Agria Swara. Kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, terdapat sesi sharing bersama alumni dengan nama segmen kegiatannya yaitu Sarung Ninja (Sharing seru, manja) yang dipandu Oleh Maldi Abdul Aziz. Pembicara sesi ini yakni Kang Asep ari, Kang Vino, Teh Rengganis, dan Teh vita. Dengan tema kesan dan hal yang dirindukan selama mengikuti kegiatan PSM IPB Agria Swara selama menjadi mahasiswa aktif di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tidak hanya itu, beliau bercerita bahwa dahulu saat menjadi anggota PSM IPB Agria Swara tidak semudah masa sekarang ini. Fasilitas yang diperlukan untuk latihan masih sangat terbatas. Banyak Hal yang sudah diperjuangkan oleh senior terdahulu sehingga PSM IPB Agria Swara memiliki fasilitas pribadi yang menunjang proses latihan untuk persiapan job / tugas wajib dan konser.

Selain itu, banyak hal yang didapat oleh beliau selamat berpartisipasi di PSM IPB Agria Swara yang dapat diaplikasikan ketika beliau masuk ke dalam dunia pekerjaan. Dengan pengalaman tersebut, beliau dapat memecahkan suatu masalah dengan tepat karena pengalamannya selama berproses di PSM IPB Agria Swara.

Waktu maghrib pun tiba, kegiatan selanjutnya yaitu buka bersama sambil bercengkrama satu sama lain. persembahan lagu yang diawali dengan persembahan dari pengurus PSM IPB Agria Swara 2019. Dilanjutkan persembahan lagu yang dibawakan akang teteh alumni. Acara diakhiri dengan foto bersama dan pembacaan doa.

Starry Night : Konser Internal Ke-6 PSM IPB Agria Swara

BOGOR – Rabu, 1 Mei 2019 merupakan puncak dari rangkaian pelatihan yang dilakukan untuk mewujudkan Konser Internal PSM IPB Agria Swara ke enam. Konser internal yang merupakan konser dari dua angkatan termuda Agria Swara dengan judul “A Starry Night”. Konser yang beranggotakan 115 orang penyanyi  dengan diketuai oleh Diana Shinta Laiboys (Sopran 1), Departemen Kimia, angkatan 54 (2017). Dihadiri oleh lebih dari 375 penonton, konser ini berlangsung di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian, Bogor. Antusiasme penonton terbukti dengan terjualnya semua tiket hingga harus melakukan penambahan kursi untuk memenuhi keinginan masyarakat yang kehabisan tiket.

Konser kali ini terbagi dalam empat sesi yaitu sesi Klasik, Folklore Luar Negeri, Folklore Dalam Negeri, dan Pop yang masing-masing sesi dipimpin oleh konduktor yang berbeda. Tiap sesi ditampilkan dengan apik sesuai dengan tema masing-masing lagu. Pesan dalam lagupun dapat disampaikan oleh para penyanyi melalui suara, gestur dan ekspresi mereka yang menghayati disetiap lagunya.

Konser dibuka dengan sesi klasik yang dipimpin oleh Dimas Erik Sumilat, konser ini merupakan kali kedua ia menjadi konduktor untuk konser internal. Sesi pertama ini terdiri dari lima lagu yang diawali dengan lagu Justorum Animae (Are. by Charles Villiers Stanford (1852-1924)). Lagu berbahasa latin ini melukiskan kedamaian manusia yang taat kepada Tuhan. Pada sesi ini juga ditampilkan lagu khusus untuk Male Choir, “Mae-e” dari Kentaro Sato, yang ditujukan untuk korban bencana Tsunami di Jepang pada tahun 2011 lalu. Sesi pertama ini sukses membuat penonton kagum dengan paduan harmoni dari para penyanyi yang sangat indah.

Selanjutnya ada sesi folklore luar negri yang dipimpin oleh Aghnia Maysarah Noor. Dalam sesi ini penyanyi membawakan  4 lagu yang berasal dari berbagai negara, yaitu  Filipina, Afrika Selatan (berasal dari suku Zulu), Uruguay dan Perancis. Para penyanyi menyanyikan lagu dengan koreo yang indah dan atraktif. Sesi ini berisi lagu Malinac Lay Labi (arr. by Joy T. Nilo) dengan nuansa cinta yang indah, Asikha Thali  (arr. by Mike Brewer) yang atraktif dan tempo yang semakin cepat, Ronda Catonga (transcribed by Idefonso Pereda) dan satu lagu khusus untuk Female Choir, yaitu La Maumariêe (arr. by  Joni Jensen) yang mengisahkan tentang seorang wanita yang menentang pernikahaan paksa dan mencari kebebasan. Semua lagu-lagu tadi membuat banyak warna pada sesi ini.

Sebelum memasuki sesi berikutnya, terdapat jeda sesi sekitar 10 menit. Jeda sesi ini diisi dengan pemutaran video-video tentang perjalanan Agria Swara dan upcomming event, yaitu Konser Tahunan ke-16 .

Masuk pada sesi ketiga, yaitu sesi folklore dalam negeri. Sesi ini dibawakan oleh konduktor Brigitta Dyah Utami. Sesi ini menyuguhkan berbagai lagu dengan budaya yang berbeda di Indonesia. Para penyanyi wanita memakai selendang di pinggang mereka dan penyanyi pria memakai ikat kepala bercorak yang makin membuat suasana kedaerahan sangat kental. Sesi ini dimulai dengan lagu “Kerraben Sape (arr. by Budi Susanto Yohanes)” yang dibawakan dengan penuh energik. Setelahnya ada lagu “Sarinande” (arr. by Hegra Soetrisno) yang dinyanyikan penuh dengan khidmat dan dengan perasaan yang mendalam. Lagu selanjutnya yang dibawakan adalah lagu “Beca”. Lagu yang berasal dari Sunda ini sangat terasa budaya sundanya. Lagu ini juga menampilkan drama singkat dari beberapa peraga yang merupakan penyanyi Tim Konser Internal ini juga. Akhirnya sesi ini ditutup dengan lagu “Lisoi”, aransemen yang sangat bagus dari komposer ternama, Ken Steven; dan pembawaan penyanyi dengan koreo yang semangat membuat penutup sesi ini menjadi sesi terramai.

Sebelum sesi terakhir, terdapat penampilan yang spesial dari akang teteh yang bersedia bernyanyi di jeda sesi. Mereka menyanyikan lagu yang berjudul “Thank You For The Music”  (arr. by Jerry Estes) yang menceritakan tentang seseorang yang bersyukur dan beruntung akan bakat dalam bermusik dan ingin membagikannya kepada para pendengar . Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan sesi Resital piano dengan judul Tocatta e Fuga (arr. by Giuseppe Cataldi) oleh tiga pianis andalan angkatan 54, yaitu Adiasa Nawa Wisesa, Kinanti Aprili, dan Mochtar Kiki.

Sesi terakhir merupakan sesi pop. Sesi yang sangat ditunggu ini dipimpin oleh Arley Fallah. Dimulai dengan lagu “True Colours” (arr. by Matthew Brown). Lagu True Colours ini membawa pesan positif agar generasi muda saat ini berani menjadi dirinya sendiri. Selanjutnya adalah lagu “Attention” dari Pentatonix yang dinyanyikan secara acapella. Setelah itu lagu “Cintaku” yang diiringi oleh band. Lagu ini merupakan salah satu karya anggota PSM IPB Agria Swara yaitu Krisa Refita, Alto 1 53 (2016). Lagu ini sukses memukau penonton dengan penampilan para penyanyi. Terakhir adalah penutup (encore) yaitu lagu “Come Alive” (arr. by Mark Breymer) yang menggambarkan perasaan para penyanyi atas terselenggaranya konser ini.

Pelatih PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah, mengatakan nama konser kali ini sangat pas dengan kondisi malam saat konser kemarin. Kondisi malam penuh bintang dengan langit yang cerah selaras dengan nama konser, “A Starry Night”. Beliau mengatakan bahwa anak-anak zaman sekarang harus memiliki rasa ingin tahu, ceria dan semangat. Dari sisi organisasi, gaya, gesture, dan taste performance para penyanyi membuat tujuan konser internal yaitu menyalurkan semangat muda sangat terasa nyata. Beliau berharap bahwa kita dapat menganggap Agria Swara adalah rumah berpulang, sesuai dengan 9 nilai baik Agria Swara. Selalu berikan yang terbaik untuk Agria Swara kedepannya. Selanjutnya, Bapak Dr. drh. H. R. P. Agus Lelana SpMp, M.si selaku Pembina PSM IPB Agria Swara mengatakan bahwa perubahan ini merupakan modal dasar bagi PSM IPB Agria Swara untuk selalu memberi yang terbaik. Pak Agus juga mengatakan bahwa sekarang Agria Swara menjadi penentu kecenderungan bagi PSM lain dari segi latihan, pembinaan dan lain-lain.

Studi Banding : PSM Gita Buana Soedirman UNSOED & PSM IPB Agria Swara

BOGOR – Minggu, 7 April 2019, PSM IPB Agria Swara kedatangan tamu dari salah  satu paduan suara mahasiswa Indonesia, tepatnya berasal dari kota Purwokerto, yakni PSM Gita Buana Soedirman Universitas Soedirman (PSM GBS UNSOED). Sambutan hangat mengantarkan suasana kekeluargaan dan kebahagiaan pada kedua PSM. Salah satu PSM GBS UNSOED, berbagi cerita tentang keberangkatan tim dari kota asalnya di hari Sabtu, 6 April 2019, pukul 22.00 WIB dan tiba di Kampus Darmaga Institut Pertanian Bogor esok harinya  pukul 11.00 WIB. Agenda studi banding ini dimulai dengan diadakannya makan siang bersama untuk berbagi kebahagiaan dan menciptakan suasana keakraban antara kedua PSM ini.

Selanjutnya, pemanasan bersama antar civitas PSM yang dipimpin oleh Teteh Aghnia Maysarah  (mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat IPB 2014, Alto 2). Kegiatan ini bertujuan berbagi ilmu keteknisan bernyanyi satu sama lain. Banyak pemainan yang diaplikasikan selama pemanasan  sehingga suasana acara semakin menyenangkan dan tentunya keakraban kedua PSM ini semakin terbentuk. Setelah pemanasan, rangkaian kegiatan studi banding dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Studi Banding PSM GBS UNSOED dan PSM IPB Agria Swara, yakni Valdy Pratama Putra (mahasiswa Departemen Agribisnis IPB 2017, Tenor 2), sambutan dari Ketua PSM IPB Agria Swara, Marcella Audella Rosari (Departemen Kedokteran Hewan IPB 2016, Alto 2), dan sambutan Ketua PSM GBS UNSOED, Indra Wijaya (mahasiswa FISIP Universitas Soedirman 2016, Tenor 1). PSM GBS UNSOED memilih PSM IPB Agria Swara sebagai tujuan studi banding karena prestasi dari PSM IPB Agria Swara yang kian semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia yang dapat menjadi contoh untuk paduan suara mahasiswa Indonesia agar terus berprestasi baik tingkat nasional hingga internasional. Dengan diadakannya studi banding ini, harapan bagi kedua PSM dapat saling bertukar informasi dan mempelajari perihal keorganisasian satu sama lain.

Agenda berikutnya yaitu pemaparan struktur dan program kerja kepengurusan serta kegiatan konser PSM IPB Agria Swara  oleh Marcella Audella Rosari selaku ketua PSM. Setelah itu, divisi-divisi kepengurusan dari PSM IPB Agria Swara dipasangkan dengan divisi yang bersesuaian dengan kepengurusan PSM PSM GBS UNSOED. Selama berlangsungnya sesi ini, beberapa kelompok diskusi didampingi oleh akang-teteh senior yang berpengalaman di divisinya masing-masing. Tujuan dari sesi ini untuk memberikan wadah diskusi mengenal kinerja divisi antar PSM secara mendalam sehingga masing-masing PSM bisa saling belajar satu sama lain.

Kepengurusan PSM IPB Agria Swara terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH) yang didalamnya terdpat ketua umum, wakil ketua 1, wakil ketua 2, sekretaris, dan bendahara; Divisi Media, Komunikasi, dan Informasi (MEDKOMINFO) merupakan divisi yang bertugas dalam segala aspek media, desain, komunikasi, informasi, serta publikasi PSM IPB Agria Swara yang;  Divisi Eksternal merupakan divisi yang bertugas dalam menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan pihak luar PSM IPB Agria Swara seperti Rektorat, Alumni, Mitra, dll. ; Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) merupakan divisi yang bertugas dalam mengatur dan mengoordinasikan jadwal kegiatan PSM IPB Agria Swara yang berhubungan dengan kebutuhan pengembangan setiap anggota PSM IPB Agria Swara; Divisi Kesekretariatan merupakan divisi yang bertugas dalam hal inventaris dan perawatan kebutuhan sekretariat PSM IPB Agria Swara seperti partitur, alat musik, kostum, dan kebutuhan lainnya; Divisi Internal merupakan divisi yang bertugas dalam mengoordinasikan dan mengadakan berbagai kegiatan atau acara yang bertujuan untuk mengakrabkan anggota-anggota internal PSM IPB Agria Swara dengan kegiatan yang bersifat kekeluargaan dan membutuhkan kekompakan tim.

Lalu, kepengurusan PSM GBS UNSOED terdiri atas Bidang Gita, bidang yang bertanggung jawab dalam aspek kepelatihan dan penampilan; Bidang buana, bidang yang mengurusi keanggotan dan  kebutuhan logistik PSM; Bidang Soedirman, bidang yang bertugas sebagai penghubung antara internal PSM dengan publik dan isntitusi ; Bidang Keuangan,  bidang yang mengatur dan mendata keuangan PSM; Bidang Administrasi, bidang yang mengurus persuratan, laporan pertanggungjawaban (LPJ)  pengurus dan konser, serta organigram dan kelengkapan alat tulis (ATK).

Setelah sesi diskusi usai, acara selanjutnya diisi dengan penampilan dari masing-masing PSM. Penampil pertama yakni dibuka oleh PSM IPB Agria Swara dengan mempersembahkan 2 buah lagu yaitu Medley Hihid Aing & Tokecang aransemen Arvin Zeinullah dan Mahasiswa (diciptakan oleh Arif Satria) yang juga diaransemen oleh pelatih utama PSM IPB Agria Swara, Arvin Zeinullah. PSM GBS UNSOED pun turut menampilkan 2 buah lagu yang berjudul Abendlied, Op.69, No.3 Aransemen Josef Rheinberger dan Kicir kicir aransemen agastya rama listya. Tepuk tangan pun memeriahkan kedua penampilan ini sebagai wujud saling mengapresiasi penampilan kedua PSM ini.

Rangkaian acara studi banding diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan antar-PSM. Semoga dengan adanya studi banding ini dapat menjalin silaturahmi antar PSM GBS UNSOED dan PSM IPB Agria Swara dan memajukan paduan suara mahasiswa Indonesia

Eclipse : Mini Concert

JAKARTA -Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Agria Swara kembali mengukir sejarah baru. Dengan sumber dayanya yang banyak, unit kegiatan mahasiswa ini memprakarsai sebuah program untuk membangun kesadaran dan kepekaan akan peran antar seks, yaitu mini concert. Mini Concert bertajuk “Eclipse”, telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Maret 2019, di Auditorium Graha Swara, Universitas Tarumanagara. Tema “Eclipse” merupakan terjemahan Bahasa Inggris dari kata gerhana, dengan makna peristiwa langka, dimana bulan dan matahari berada pada satu garis lurus, memancarkan cahaya yang indah dalam waktu yang singkat.

Pada konser kali ini, penyanyi dipisah menjadi dua kelompok, yaitu paduan suara pria (Male Choir) dan paduan suara wanita (Female Choir). Pria dilambangkan sebagai matahari yang terik memberikan kehidupan dan kekuatan dalam terciptanya sebuah mahakarya kehidupan. Wanita dilambangkan sebagai bulan, yang merupakan simbol siklus kelahiran manusia yang terus berkembang dan berkarya, serta cahaya bulan yang halus senantiasa menerangi gelapnya malam hari. Para penyanyi mengenakan kostum berwarna hitam dan emas yang memberi kesan elegan dan mewah, selaras dengan tema konser yang mengangkat persatuan antara bulan dan matahari dengan sinarnya. Konser ini menampilkan lima lagu untuk Male Choir dan enam lagu untuk Female Choir, serta empat lagu yang dibawakan oleh keduanya.

Mini Concert bertajuk “Eclipse” ini dibuka dengan Female Choir. Konser dibuka dengan lagu “Sweet On The Pipe”, menceritakan tentang seseorang yang terjerat oleh kisah cintanya yang jauh dari kebebasan dan kehikmatan. Female Choir turut membawakan lagu “Lagu Bermain”, salah satu lagu yang dikomposisi langsung oleh Arvin Zeinullah. Lagu ini menceritakan tentang permainan tradisonal Indonesia yang tidak kalah seru dan terus dipertahankan untuk dimainkan oleh anak-anak. Sesi ini berhasil membuat emosi audiens “naik-turun” dengan lagu yang berisi doa permohonan belas kasih Sang Pencipta, hingga lagu riang dan jenaka yang mengundang senyum dan tawa penonton.

Setelah sesi Female Choir berakhir, jeda sesi diselingi oleh penampilan resital solo dari dua penyanyi perempuan, dan penampilan Female Chamber Choir yang membawakan lagu berjudul Langkah Asa, ciptaan Arvin Zeinullah, yang mengisahkan emansipasi wanita dan ketangguhan wanita dalam menjalani kehidupan.

Sesi kedua dilanjutkan dengan penampilan Male Choir. Sesi ini kembali menyuguhkan audiens dengan lagu hasil komposisi Arvin Zeinullah, “KehadiranMu”, yang menceritakan tentang seseorang yang menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada Tuhan, karena kesadarannya bahwa hidup ini tiada arti tanpa kehadiran  Tuhan. Suasana mulai terasa hangat saat mendengarkan lagu-lagu khidmat yang dibawakan pada sesi ini. Male Choir juga membawakan lagu “Okazaki Gomangoku”, lagu tradisional Jepang yang kaya akan pesan kehidupan seperti kesabaran dan semangat juang.

Konser kemudian ditutup dengan lagu penuh semangat dan membangun suasana meriah oleh seluruh penyanyi perempuan dan laki-laki, yang tergabung kedalam Mixed Choir. Mixed Choir membawakan lagu “Tutira Mai” dan “Ob-La-Di Ob-La-Da”. Sesuai dengan tradisi, Mini Concert turut menyertakan sesi Encore dengan melantunkan lagu “Thank You for the Music”, ungkapan rasa syukur dan rasa beruntung atas bakat yang dimiliki dalam bermusik.

Mini Concert resmi berakhir setelah dilakukan pemberian bunga dan sertifikat, sebagai apresiasi kepada ketua panitia lapang, ketua pelaksana mini konser, perwakilan pianis, dan pelatih PSM IPB Agria Swara. Pemberian bunga dan sertifikat diwakili oleh Tjandra Wibowo dan Denny Poerdiyantoro yang merupakan alumni dari Agria Swara, Romo Agustinus selaku tamu undangan Arvin Zeinullah dari Tual Maluku, dan Dr. drh. H. R.P. Agus Lelana, SpMP, M.Si. selaku pembina PSM IPB Agria Swara.

Keseluruhan penampilan konser mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan penonton, mulai dari alumni, perwakilan kelompok paduan suara mahasiswa, hingga khalayak umum pemerhati paduan suara lainnya.  “Semalam adalah pagelaran yang luar biasa.  Sebagai pembina, saya mencatat kemajuan baru yang dicapai Agria Swara. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif,” ujar pembina PSM IPB Agria Swara. Konser ini diharapkan menjadi ajang peningkatan kemampuan dalam bernyanyi dan berorganisasi terutama bagi angkatan muda yang baru mengikuti kegiatan konser.

Relief : Konser Resital Vokal

Bogor | Minggu, 3 Maret 2019 – bertempat di Auditorium Mandiri IPB telah diselenggarakan Konser Resital Solo Vokal PSM IPB Agria Swara yang merupakan salah satu rangkaian program Konser Tahunan Choralescence yang diadakan pada November lalu. Konser resital vokal merupakan ajang untuk mengasah dalam segi teknik bernyanyi maupun kepercayaan diri.

Konser berjudul RELIEF “Ukiran Asa dalam Nada” ini menampilkan 17 orang penyanyi dari angkatan 2016 dan 2017 dengan membawakan berbagai macam lagu dari berbagai zaman maupun bahasa. “Hasil yang ditampilkan di panggung merupakan hasil persiapan dengan sungguh-sungguh antar penyanyi, pengajar, dan pianis,” demikian perkataan Ketua PSM IPB Agria Swara, Marcella Audella Rosari. Tidak hanya menampilkan suara penyanyi, konser ini juga semakin indah dengan iringan pianis yang tentunya adalah anggota Agria Swara.

Konser ini dibagi menjadi 2 sesi dengan tambahan penampilan spesial dari “Akang Teteh Voice” yang terdiri dari senior di PSM IPB Agria Swara. Beberapa lagu solo yang dibawakan berasal dari komposer ternama seperti W.A. Mozart, Giovanni Legrenzi, Antonio Caldara, Franz Schubert,dll.

“Melalui bernyanyi solo, setiap penyanyi pada akhirnya menyadari kekuatan dan kelemahan diri sehingga menjadi evaluasi diri sendiri bagi masing-masing pribadi penyanyi” hal ini diutarakan oleh pelatih untuk para penyanyi usai konser. 

Tak lupa konser kali ini dihadiri oleh pembina PSM IPB Agria Swara Dr Drh RP Agus Lelana, SpMP, MSi beserta istri dan juga pelatih utama, Arvin Zeinullah. Bapak Agus menyampaikan bahwa, “Resital vokal menampilkan apa yang disebut perilaku organisasi yang terdapat kolaborasi antara penampil, pengajar, dan panitia. Perilaku organisasi itulah yang mencerminkan sikap leadership.” 

Semoga dengan adanya konser ini, PSM IPB Agria Swara dapat terus mempertahankan konsistensinya di dunia paduan suara dan menjadi inspiriasi bagi paduan suara seluruh Indonesia. 

Salam Paduan Suara Indonesia!

Malam Keakraban 2019 "Colourboration in Harmony"

Tanggal 26-27 Januari 2019, telah dilaksanakan Malam Keakraban dengan tema “Colourboration in Harmony”. Tema ini memiliki makna walaupun kita berbeda-beda namun tetap dapat berkolaborasi untuk menciptakan harmoni. Dengan diusungnya tema ini, diharapkan malam keakraban kali ini sukses menciptakan kolaborasi bagi seluruh angkatan.

Malam Keakraban kali ini berlokasi di Villa MS Cisarua, Bogor. Daerah Cisarua tetap menjadi langganan lokasi malam keakraban dari tahun ke tahun. Suasana lingkungannya yang hijau dan asri dan tentu saja memanjakan mata.

Acara malam keakraban ini diikuti oleh anggota PSM IPB Agria Swara dari berbagai angkatan. Tidak ada batasan usia ataupun angkatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Justru dengan begitu, acara ini menjadi wadah untuk mendekatkan seluruh angkatan tanpa terkecuali,  terlebih untuk angkatan termuda yaitu Githaprasa (angkatan 55).

Pada hari pertama, kegiatan ini diawali dengan Game Indoor. Permainan dipimpin oleh dua orang pemandu acara yang sukses menghidupkan suasana kala itu, kedua pemandu acara tersebut bernama Teteh Dinda Kamilah (Alto 2, Angkatan 53) & Akang Maldi Abdul Aziz (Bass 1, Angkatan 53). Permainan dalam kegiatan awal ini beragam, antara lain uji kecerdasan, balap karet, dan tentu saja lomba yel-yel antar kelompok. Selanjutnya kita ke Game Outdoor, kali ini game dibuat menjadi pos-pos. Game Outdoor terbagi menjadi 4 pos, antara lain: Menara Air, Perang Naga, Game Basah-Basahan, dan Berburu puzzle Logo PSM IPB Agria Swara.

Waktu pun terus bergulir, pada malam hari masih terdapat kegiatan dengan pembicara Teteh Tiana (Sopran 2, Angkatan 51) dan Teteh Dewi (Alto 2, Angkatan 52). Pada sesi ini, kedua teteh-teteh geulis ini bercerita tentang pengalamannya selama di PSM IPB Agria Swara. Tidak hanya tentang pengalaman, namun juga memotivasi angkatan muda untuk terus berproses dan mau berkembang. Setelah sesi tadi, lanjut ke penampilan dari masing-masing kelompok. Penampilan kelompok kali ini dilakukan outdoor, di atas panggung dan bertemankan sinar rembulan. Penampilan dari masing-masing kelompok sangat beragam, yaitu: sinetron azab, miss universe, belly dance, dan lain sebagainya. Penampilan kelompok sukses mengundang gelak tawa dan membuat malam yang dingin terasa menjadi lebih hangat.

Hari kedua, pada pagi hari dimulai dengan senam bersama. Namun sangat disayangkan ditengah-tengaj euforia senam pagi tiba-tiba turun hujan yang memaksa kami untuk berteduh dan langsung sarapan pagi. Setelah itu, dilakukan latihan rutin bersama pelatih kami, Mas Arvin Zeinullah. Pada awalnya latihan dilakukan di dalam ruangan, namun setelah hujan reda kami pun beranjak latihan rutin di luar ruangan. Latihan rutin dengan bertemankan alam yang asri dan udara yang sejuk membantu kami untuk lebih menghayati makna suatu lagu.

Setelah itu, kami dikumpulkan di aula dan diberikan secarik kertas. Kami semua diminta untuk menulis nama di kertas masing-masing, lalu kertasnya digilir dan setiap yang mendapatkan kertas harus memberikan kesan dan pesan terhadap seseorang yang namanya tercantum di kertas tersebut. Hanya dari secarik kertas itu, secara tidak langsung seluruh peserta jadi belajar untuk mengenali satu sama lain.

Demikianlah serangkaian kegiatan Malam Keakraban PSM IPB Agria Swara 2019. Semoga di acara Malam Keakraban tahun selanjutnya semakin seru dan tentu saja semakin mengakrabkan seluruh angkatan.

Salam Hangat,

Panitia Malam Keakraban 2019.

Kaleidoskop PSM IPB Agria Swara 2018

PSM IPB Agria Swara sangat bersyukur atas segala keberkahan yang kami terima sepanjang  tahun 2018 ini. Kami pun merangkumnya dalam Kaleidoskop PSM IPB Agria Swara 2018.

(Foto 2) Dimulai dari awal tahun 2018, tepatnya pada 24 Februari, kami berkesempatan tampil dalam pembukaan FESTIVAL SHOLAWAT NUSANTARA yang diselenggarakan di SICC, Bogor. Pada acara ini, PSM IPB Agria Swara dengan total penyanyi sebanyak 100 orang berkolaborasi dengan Haddad Alwi, Sulis dan Sharla (juara The Voice Kids Indonesia) dan diiringi oleh orkestra yang dipimpin langsung oleh Addie MS dan pelatih utama kami Arvin Zeinullah.

(Foto 4) 18 Maret 2018, rangkaian perjalanan Kompetisi Luar Negeri dimulai. Konser Pra – Kompetisi “Gita Narapraya” diselenggarakan di Gedung Aula Simfonia Jakarta. Gedung ini merupakan gedung konser terbaik se – Asia Tenggara dan PSM IPB Agria Swara menjadi paduan suara mahasiswa pertama yang menyelenggarakan konser tunggal di gedung tersebut. Konser ini pun dimeriahkan oleh Putri Ayu, Maria Calista, Prisia Nasution dan Viky Sianipar. Turut hadir pada konser ini Rektor IPB Dr. Arif Satria beserta jajarannya, Triawan Munaf selaku kepala Badan Ekonomi Kreatif, Conductor ternama Indonesia Addie MS, dan Walikota Bogor Bima Arya.

(Foto 7) Perjalanan kami dalam kegiatan Festival Luar Negeri pun berlanjut. Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, PSM IPB Agria Swara berhasil meraih penghargaan 1st Prize kategori Mixed Choir di salah satu kompetisi paduan suara tertua di benua  Eropa, The 54th International Montreux Choral Festival yang diselenggarakan pada tanggal 4 – 7 April 2018 di Montreux, Swiss. Dalam kompetisi ini pula PSM IPB Agria Swara memperoleh pujian dari pihak juri sebagai paduan suara dengan predikat Excellent avec felicitations.

Setelah meraih kemenangan dari kompetisi tahun ini yang mempertemukan 9 negara yaitu Inggris, Rusia, Belgia, Latvia, Spanyol, Ukraina, Filipina, Bulgaria, dan Indonesia dari berbagai kategori, dengan dewan juri yang berasal dari Swiss, Inggris dan Hungaria. Perjalanan kami pun berlanjut kembali ke dalam negeri tercinta, Indonesia.

(Foto 2) Pada Hari Kelahiran Pancasila (1 Juni 2018) kami berkesempatan untuk tampil memperingati perayaan hari tersebut di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta Pusat. Upacara ini dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo dan dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat negara. Dalam peringatan hari lahir Pancasila ini, Presiden RI Joko Widodo membawakan pidato yang mengajak bangsa Indonesia untuk bersemangat, bersatu, berbagi dan berprestasi.

(Foto 4) 4 Agustus 2018, kami mengadakan Konser Internal ke 5 yang bertajuk “Millephony : New Generation’s Symphony”. Konser ini dilaksanakan di Gedung Kemuning Gading, Bogor. Dengan jumlah penyanyi sebanyak 89 orang yang berasal dari dua angkatan termuda PSM IPB Agria Swara, yaitu angkatan 53 (Gardhisvara) dan 54 (Unaversitè), kami berhasil membuat gebrakan baru bagi PSM IPB Agria Swara yang cukup baik. Dari sisi organisasi, gaya, gesture, dan taste performance para penyanyi membuat tujuan Konser Internal yaitu menyalurkan semangat muda sangat terasa nyata.

(Foto 7) Tibalah hari jadi Institut Pertanian Bogor yang ke – 55, dalam hari peringatan ini kami PSM IPB Agria Swara turut memeriahkan peresmian orkestrasi “Himne IPB” yang digubah oleh musisi ternama tanah air, Addie MS dan diiringi oleh Twilite Orchestra. Gemuruh kegembiraan dan semangat menyertai acara Penutupan Dies Natalis yang bertajuk “Tribute to Innovators and Authors” di IPB International Convention Center, Botani Square. Para penonton pun terhibur oleh dibawakannya berbagai lagu daerah dan lagu nasional, serta lagu yang diciptakan langsung oleh Rektor IPB Dr. Arif Satria.
Dengan tepuk tangan dan riuh penonton, acara peringatan HUT kampus tercinta ini berakhir dengan sangat meriah.

Selanjutnya, kolaborasi yang sangat ditunggu para pecinta musik paduan suara dan tentunya sebagai perwujudan cita – cita alumni dari kedua kelompok paduan suara akhirnya terwujud.

(Foto 2) Pada tanggal 25 & 29 November 2018, PSM IPB Agria Swara dan PSM Universitas Padjajaran mengadakan konser kolaborasi dengan tajuk “Choralescence : A Masterpiece of Two Melliflous Souls” . Dibawah bimbingan pelatih & konduktor berbakat Arvin Zeinullah, kami berhasil membius 1000 penonton dengan penampilan yang sangat memukau. Tidak hanya diatas panggung, namun kami juga bernyanyi mengelilingi penonton. Hal ini menimbulkan suasana lagu yang lebih hidup dengan kesan yang berbeda di setiap penonton, dari sedih, bahagia, bahkan ekspresi terkejut dan ketakutan ikut memeriahkan berlangsungnya konser ini.

(Foto 5) Setiap konser merupakan sebuah pembelajaran baru untuk konser selanjutnya. Pada 8 Desember 2018 di Auditorium Toyib Hadiwijaya, kami pun berhasil menyelenggarakan konser angkatan 55 yang bertajuk “Githaprasa : World’s Vox that Full of Hopes” yang menandakan resminya angkatan 55 menjadi anggota PSM IPB Agria Swara.

(Foto 8) Sebagai penutup rangkaian tahun ini, kami mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam acara Konser Amal “Voices that Care” yang diadakan oleh Yayasan Alumni Peduli IPB dengan tujuan penggalangan dana beasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh Prisia Nasution yang membacakan narasi tentang “Meraih Mimpi”.

Dalam berbagai kesempatan ini, PSM IPB Agria Swara tampil dengan balutan busana yang luar biasa karya desainer berbakat Indonesia, Raden Sirait. Dengan tema Batik For The World serta Kebaya For The World, kami terus memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.

Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo, Rektor IPB Dr. Arif Satria beserta jajarannya, RP Agus Lelana selaku pembina kami, Kedutaan Besar Indonesia untuk Swiss,  seluruh pihak sponsor, alumni, dan seluruh anggota aktif PSM IPB Agria Swara atas dukungan dan doa sepanjang tahun ini.

Semoga di tahun – tahun selanjutnya, PSM IPB Agria Swara dapat terus menjadi inspirasi dan membanggakan nama bangsa Indonesia!

Millephony : Konser Internal Ke-5 PSM IPB Agria Swara

IMG_6873[1]

Bogor | Sabtu, 4 Agustus 2018 – merupakan puncak dari pelatihan Konser Internal PSM IPB Agria Swara “Millephony”. Konser internal yang merupakan konser dari dua angkatan termuda Agria Swara dengan tema millenial sesuai dengan generasi para peserta konser yaitu generasi millenial. Konser internal ini berlangsung di … selengkapnya

Close Menu